Filosofi Panditam Buddhah
Disajikan topik filosofi Panditam Buddhah, yang berarti “pendeta bijaksana.” Mari dimaknai ajaran bhiksuka atau masa belajar pada tahapan bhiksuka, atau ajaran sannyasin, sebagaimana termuat dalam pustaka Bhagavad Gītā IV.19 yang dikutip sebagai berikut:
“यस्य सर्वे समारम्भाः कामसङ्कल्पवर्जिताः ।
ज्ञानाग्निदग्धकर्माणं तमाहुः पण्डितं बुधाः ॥ ४-१९॥
yasya sarve samārambhāḥ kāma-saṅkalpa-varjitāḥ
jñānāgni-dagdha-karmāṇaṁ tam āhuḥ paṇḍitaṁ budhāḥ”
Artinya:
Ia yang bekerja dalam semua kerjanya tanpa terikat oleh motif atau keinginan duniawi (kāma), yang karmanya telah dibakar oleh api pengetahuan (jñānāgni), sesungguhnya orang bijaksana menamakannya pendeta (pandita).
Makna filosofi Panditam Buddhah dapat diuraikan secara sederhana sebagai berikut:
a) Samārambhāḥ berarti bekerja atau berusaha. Maknanya bahwa seorang Panditam Buddhah senantiasa belajar tentang adhyatmika, memperdalam kerohanian, dan mengokohkan jati diri sebagai pendeta.
b) Kāmasaṅkalpa berarti motif untuk mendapatkan kepuasan jasmani (kāma). Maknanya bahwa seorang Panditam Buddhah memiliki kendali atas keinginan duniawi. Tidak mengikuti dorongan indriya secara sembarangan.
c) Jñāna berarti pengetahuan. Maknanya bahwa Panditam Buddhah memiliki api pengetahuan suci yang mendalam dan bersifat rahasia (rahasyam) bagi dirinya.
d) Agni berarti api. Maknanya bahwa Panditam Buddhah memiliki api spiritual berupa Agni Jñāna, yang digunakan untuk membakar kegelapan diri dan dosa-dosa tubuh (pāpa śarīra).
e) Dagdha berarti membakar. Maknanya bahwa pendeta bijaksana mampu membakar keinginan duniawi dengan kekuatan Agni Jñāna dalam dirinya.
f) Karmāṇam berarti perbuatan atau karma. Maknanya bahwa seorang bhiksu atau pendeta bijaksana siap melepaskan keterikatan terhadap karma, bebas dari belenggu motif-motif duniawi.
Intinya, Panditam Buddhah adalah pendeta bijaksana yang senantiasa belajar Veda, tidak terikat oleh motif karma yang berlebihan karena telah membakarnya dengan Agni Jñāna dalam dirinya. Dengan demikian, ia mampu hadir sebagai pendeta yang luhur dan tercerahkan.
Rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami.
Palangka Raya, 3 Agustus 2025
Oleh I Ketut Subagiasta
