|

Melukat Sukma: Harmoni Jiwa, Alam, dan Cahaya Purnama

Di bawah sinar bulan purnama, kegiatan spiritual Melukat Sukma sukses diselenggarakan di Pantai Parangkusumo, Yogyakarta. Bertemakan “Harmony of Mind, Body, Soul, and Nature”, acara ini mengangkat pentingnya kesehatan mental, spiritualitas, dan koneksi dengan alam. Dihadiri oleh 150 peserta, acara berlangsung tertib, khidmat, dan penuh makna, dibalut dalam suasana malam purnama yang cerah dan indah.

Rangkaian Acara yang Sakral dan Terpadu

Kegiatan dimulai sejak pukul 17.00 WIB dengan registrasi peserta. Acara kemudian dibuka oleh MC I Gede Adhiyaksa Kusuma dan Catur Rahayu Widyaningrum, diikuti sambutan dari Ketua Panitia Dr. Pande Made Kutanegara, M.Si., dan Ketua PHDI DIY, AKBP (Purn) I Nengah Lotama, S.Ag. Kehangatan malam berlanjut dengan penampilan tari Beksan Laksita Murti yang sakral, diiringi doa dan puja oleh Rama Wiku Satya Dharma Telabah.

Sesi Nature Therapy yang dipandu oleh Dr. Fransisca Herin membawa peserta menyatu dengan alam dan belajar melepaskan beban pikiran secara sadar. Dilanjutkan dengan sesi menulis emosi negatif dan positif, peserta diajak menuangkan segala beban yang ingin dilepaskan dan harapan yang ingin disemai.

Suasana menjadi semakin syahdu dengan doa bersama yang dipimpin oleh Romo Prasetyo, kemudian dilanjutkan sesi meditasi yang dipandu oleh Dr. Herin untuk menyelaraskan tubuh, pikiran, dan jiwa.

Melukat & Pelepasan Simbolik

Bagian puncak dari acara adalah ritual melukat, di mana para pemangku memercikkan air suci dan bunga kepada para peserta sebagai simbol penyucian diri. Peserta juga diberikan gelang Tridatu, sebagai pengingat niat dan perlindungan spiritual.

Kemudian dilanjutkan dengan prosesi melarung bunga dan lilin ke laut, di mana peserta secara tertib bergiliran melepaskan simbol-simbol beban batin mereka, membiarkannya larut bersama ombak.

Penutupan: Pembangkit Prana & Upacara Pasupati

Sebagai penutup, digelar Upacara Pasupati (memohon kekuatan dan perlindungan) serta sesi Pembangkit Prana, yang memberikan terapi energi oleh Tim Prana bagi peserta yang ingin menyelaraskan kembali energi tubuhnya. Peserta terlihat sabar antre menunggu giliran terapi Prana. Acara ditutup dengan hati yang lebih ringan, jiwa yang lebih tenang, dan rasa syukur yang mendalam.

Cahaya Purnama, Cermin Jiwa

Melukat Sukma bukan sekadar acara spiritual, tetapi juga ruang refleksi kolektif yang menyentuh inti kemanusiaan: berdamai dengan diri, melepaskan luka, dan membuka ruang bagi harapan. Cahaya bulan purnama malam itu terasa seperti menyinari seluruh proses dengan kasih dan keindahan yang tak terucapkan kata-kata.

Panitia menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dan mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga energi baik yang tercipta malam itu terus mengalir dalam kehidupan sehari-hari setiap peserta.

Sampai jumpa di Melukat Sukma berikutnya.
Hearts lighter. Minds quieter. Souls gentler.

Bagikan ke:

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *