Visudha Karma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 19/05/2025

Umat Se-dharma, dalam pustaka suci Weda menyebutkan:
Sesungguhnya semua umat manusia memiliki kebebasan, bebas menentukan kehendaknya dan sepenuhnya pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri — Svatantra Katah. Demikian pula, tak satupun manusia bisa luput dari kerja walaupun hanya sesaat, oleh hukum alam manusia dibuat tidak berdaya untuk selalu bekerja.

Kualitas perbuatan menentukan kehidupan sekarang maupun kehidupan di masa yang akan datang, begitu juga se-kecil apapun perbuatan yang dilakukan jika dilandasi dengan hati yang tulus, lascarya akan membawa kebaikan yang luar biasa.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu mantapkan kualitas Sradha dan Bhakti dengan melakukan kerja tanpa ikatan — Visudha Karma — sehingga terwujudnya pencapaian tertinggi yaitu Kamoksan atau kelepasaan, terbebas dari keterikatan, bekerja sebagai suatu kewajiban, dengan pijakan bekerja untuk semua Sarvodaya. Niscaya, akan terhindar dari karma buruk / karma jahat (Wikarma).
(Slokantara Sloka 19,4 & Bhagavad Gītā V.10)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara
(PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bunga Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/07/2025 Umat Se-dharma, kebahagiaan, kenikmatan & kesenangan yang penuh tanpa gangguan sehingga sang Atman akan dapat mencapai kebahagiaan sejati menuju pada kelahiran yang disebut sebagai kelahiran Deva Yoni, disebut dengan Aisvarya, dan menjadikan sebagai buah atau bunga-bunga Dharma. Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit Adharma / kejahatan dan menentang Dharma…

  • Kitab Suci Weda: Pemersatu Umat Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 25 Juli 2026 Umat Sedharma, Dalam pustaka suci disebutkan: Śrutis tu vedo vijñeyo dharmaśāstram tu vai smṛtiḥte sarvārtheṣv amīmāṁsye tābhyāṁ dharmo hi nirbabhau Artinya: Yang dimaksud dengan Śruti adalah Weda, sedangkan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya merupakan sumber Dharma serta menjadi pegangan hidup (agem-ageman)…

  • Widvāṅga: Perilaku Semu

    Mutiara WedaYogyakarta, 05/03/2026 Umat Sedharma, jika dilihat dinamika kehidupan di zaman ini, artha (harta/uang) ataupun kekayaan seolah-olah menjadi satu-satunya tujuan hidup dan segala-galanya bagi kehidupan. Gemerlap artha dan tumpukan kekayaan yang menggunung masih terasa menjadi prioritas utama yang menyilaukan serta sangat dihargai pada zaman ini oleh sebagian umat manusia. Dunia terasa diselubungi oleh kegelapan dan…

  • Bangun Pura dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 24 Agustus 2026 Umat se-Dharma, jika dipahami dengan baik, belajar agama dan ajaran kedyatmikan/spiritual bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa serta memperkokoh Budhi. Jika ajaran agama dan ajaran kesucian/spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan…

  • Prajñā-vādān (BG II.11)

    DHARMAŚABDANAM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA) I Ketut Subagiasta Prajñā-vādān adalah kata-kata orang bijak. Orang bijak berkata atas dasar pikiran yang baik dan benar. Perkataan orang bijak dijadikan pedoman dalam bertindak. Ada sebuah pertanyaan dari orang bijak: berapakah jumlah dosen Hindu di Indonesia? Jawaban yang bijak semestinya diberikan oleh orang-orang bijak yang memiliki kewenangan dan kebijakan…

  • Suluh Kehidupan

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/11/2025 Umat Sedharma, di dalam pustaka suci Weda tersurat bahwa tidak ada sahabat yang lebih tinggi daripada pengetahuan (jñāna), dan tidak ada musuh yang lebih berbahaya daripada nafsu jahat (kāma durbhāva). Demikian juga, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatan nasib (daiva) karena nasib tidak tertahankan oleh siapa pun. Melakukan perbuatan baik (śubha karma)…