Mebrata: Bentuk Janji atas Diri

Mutiara Weda
16/03/2025

Umat Sedharma, jika kita renungkan, selama ketidakjujuran menjadi dasar dalam melakukan perbuatan, maka dapat dipastikan bencana dan malapetaka akan menimpanya sehingga tidak mampu melepaskan diri dari belenggu ikatan duniawi. Akan tetapi, manakala ketulusan hati (Arjawa) menjadi dasar dalam berpikir, bertutur kata, dan berperbuatan, dapat dipastikan akan mendapatkan kekuatan pikiran.

Sesungguhnya, tidak mementingkan diri sendiri (Anresangsya) itulah dharma yang utama, dan sifat tahan uji merupakan kesaktian yang maha dahsyat. Begitu pula kepandaian dan kemampuan mengendalikan diri adalah hakikat dari ajaran Brata dan menjadi janji atas diri.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, bangunlah ketenangan dalam hati (Dama) dan tampakkan kesucian diri, baik lahir maupun batin (Danta). Niscaya umat Hindu akan selalu sadar, sabar, serta dapat mengendalikan diri (Suluh Nikang Prabha), sehingga tidak mengalami kesesatan dalam menjalankan Tri Kaya Sandhi (SS 65,66).

Made Worda Negara
BINROH HINDU TNI AU

Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Pentingnya Membangun Kedamaian dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 27 Mei 2026 Umat sedharma, dalam susastra diungkapkan pentingnya menyingkirkan niat-niat kotor dan niat-niat jahat yang bersemayam dalam diri, “āpma hato na somaḥ.” Dengan lebih menampakkan nilai-nilai kebajikan dan kemuliaan, serta menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan tercela dan jahat terhadap sesama, seseorang akan mampu menuju kebaikan, kemuliaan dalam berperilaku, serta terbangunnya kesucian…

  • Kuatkan Kualitas Śraddhā

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/09/2025 Umat se-dharma, dalam pustaka suci disebutkan: “Śrutis tu vedo vijñeyo dharmaśāstram tu vai smṛtiḥte sarvārtheṣv amīmāṁsye tābhyāṁ dharmo hi nirbabhau.” Artinya:Yang dimaksud dengan Śruti adalah Veda dan dengan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya merupakan sumber ajaran agama Hindu. Hindu yang membumi dalam kebhinekaan…

  • Lepaskan Diri dari Balutan Nafsu

    Mutiara WedaYogyakarta, 25/04/2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci diungkapkan bahwa tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan. Tidak ada musuh yang lebih jahat daripada kemarahan (krodha), tidak ada kesengsaraan yang melebihi kerakusan (lobha), dan tidak ada kebahagiaan yang menyamai kemampuan seseorang dalam melepaskan ikatan nafsu (tyāga). Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu keharusan, terlebih…

  • Hiranyagarbha

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/05/2025 Umat Se-Dharma,Jika disadari, sesungguhnya setiap umat manusia tidak akan pernah lepas dari tiga siklus alur kehidupan: Utpeti, Sthiti, dan Pralina (kelahiran, kehidupan, dan akhirnya menuju kematian atau kembali ke asal), sebagai tiga kemahakuasaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tri Kona. Setiap manusia hidup ke dunia ini memiliki tenaga atau kekuatan yang…

  • Yajña: Wujud Rasa Bhakti

    Mutiara Weda Yogyakarta, 28 Juni 2026 Umat Sedharma, dalam susastra tersurat: Yasyāṁ sadoha vīrdhane yūpo yasyāṁ nimīyate… dst. Artinya, di tempat suci atau pura tempat dipancangkannya yūpa (tiang suci upacara yajña), di sanalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan hadir untuk menganugerahkan keselamatan jiwa dan ketenangan batin. Melaksanakan yajña suci, yaitu Pañca Mahā Yajña, merupakan…

  • Adveṣṭā Sarva Bhūtānām

    Mutiara Weda Yogyakarta, 17/05/2026 Umat se-dharma, jika disadari, sesungguhnya segala bentuk pemujaan ataupun tapa hanyalah untuk mengendalikan pikiran. Pikiran merupakan penyebab keterikatan ataupun kebebasan. Demikian pula, pikiran adalah rajanya nafsu (rājendriya). Oleh sebab itu, setiap manusia hendaknya mengarahkan pikirannya agar tetap tenang dan terkendali (nirodha), sehingga dapat terpusat kepada-Nya melalui dhyāna. Orang yang disayang Tuhan…