GURU PUJANAM

Palangka Raya, 25 November 2024

Pada tanggal 25 November 2024 merupakan Hari Guru di Indonesia. Kalangan terpelajar wajib hormat kepada jasa guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sajian khusus saat ini tentang Guru Pujanam artinya menghormati guru.
Mari dicamkan tentang filosofi Guru Pujanam sesuai ajaran suci pada pustaka suci Bhagavad Gītā – XVII-14 yang dikutip sebagai berikut ini.

“देवद्विजगुरुप्राज्ञ-पूजनं शौचमार्जवम् ।
ब्रह्मचर्यमहिंसा च शारीरं तप उच्यते ॥ १७-१४॥
deva-dvija-guru-prājña pūjanaṁ śaucam ārjavam,
brahmacaryam ahiṁsā ca śārīraṁ tapa ucyate.”

Artinya:
Pemujaan kepada para dewa, para dwijati, guru, dan orang yang arif bijaksana; kemurnian, kejujuran, pengendalian nafsu, dan tanpa kekerasan ini dikatakan sebagai tapah dari badan.

Hari Guru sesuai filsafat Hindu merupakan hari mulia bagi umat manusia. Ada ajaran luhur bagi umat Hindu yang patut dimuliakan bagi umat manusia yang tekun dalam pendidikan. Beberapa nilai luhur tentang Guru Pujanam yakni sebagai berikut:

  1. Bhatara Guru yakni Tuhan Yang Maha Esa yang mencerdaskan umat manusia di jagat raya. Bhatara Guru adalah Sang Hyang Paramesti Guru yang dipuja saat hari suci Pagerwesi, yaitu pada hari suci Budha Kliwon Sinta.
  2. Dvija adalah pendeta Hindu, tempat berguru bagi sisya atau murid rohani.
  3. Guru adalah para guru sebagai panutan, penuntun rohani, dan pengarah menuju sisya prājña, yaitu orang bijaksana. Betapa mulia jasa guru yang telah melahirkan banyak orang bijaksana, gunamanta, sajjana, sista, danta, purusottama, dan para dharmika, sehingga mampu memajukan bangsa Indonesia kini dan ke depan.
    • Ayo, Guru Wisesa atau pemerintah, perhatikan nasib guru di sekolah dan di kampus.
    • Lahirkan lebih banyak guru berkualitas. Berikan atensi fokus agar guru tidak menjerit karena nasibnya.
    • Jangan biarkan guru merana akibat regulasi baru yang tak berpihak. Tolong cermati kembali regulasi agar lebih adil.
  4. Guru Pūjanam yakni menghormati para guru. Kampus perlu diperbanyak untuk melahirkan para guru besar yang layak demi kemuliaan generasi muda masa depan. Para guru tetap diberikan rasa pemujaan terhadap jasa guru sebagai bentuk perhatian dan penghormatan.
  5. Saucam yakni perhatian penuh pada kesucian dan kemurnian nurani untuk memperjuangkan nasib guru.
  6. Arjavam yakni nilai kejujuran yang dijunjung tinggi oleh guru sejak dahulu, kini, dan masa depan untuk memajukan pendidikan Indonesia tercinta. Guru menjunjung profesi dengan nilai kebenaran dan kejujuran demi terlahirnya generasi muda cerdas (prajña atau vijna).
  7. Brahmacaryam yakni pembujangan; selibat merupakan strategi belajar yang tekun, rajin berguru, serta berdiskusi dan berdialog akademis bersama guru.
  8. Ahiṁsā yakni tidak menyakiti dan tanpa kekerasan terhadap guru.
    • Ayo, hentikan tren menyakiti guru secara fisik maupun mental.
    • Lindungi profesi guru dari perlakuan kekerasan agar tetap eksis dan terhormat.
  9. Śārīram Tapah yakni mengendalikan badan.
    • Warga terpelajar hendaknya tidak melakukan perilaku yang menyakiti dalam pendidikan. Guru menjaga keselamatan murid atau mahasiswa, sebaliknya peserta didik harus menghormati dan memberikan kenyamanan kepada guru. Jangan saling mengabaikan tertib belajar dan tertib mengajar.

Demikian sari mulia peringatan Hari Guru tanggal 25 November 2024. Ayo implementasikan filosofi Guru Pujanam, yakni menghormati guru. Jayalah guru!

Selamat Hari Guru. Terus semangatlah, Guru Indonesia. Satu inti harapan: perhatikan nasib guru di sekolah dan di kampus. Regulasi untuk guru dan dosen semoga dapat dicermati dengan lebih baik.
Rahayu. Svaha. Ksama ca Ksami.

I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bersahabatlah dengan Kesabaran

    Mutiara Weda Yogyakarta, 08/05/2026 Umat se-dharma, jika dicermati, hidup menjelma menjadi manusia di dunia ini ibarat cakra manggilingan yang terus berputar silih berganti; terkadang berada di atas dan terkadang berada di bawah, penuh dengan berbagai cobaan dan tantangan hidup. Ibarat seorang peselancar di samudera luas, tanpa adanya ombak yang ganas, ia tidak akan pernah mengetahui…

  • Bunga Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/07/2025 Umat Se-dharma, kebahagiaan, kenikmatan & kesenangan yang penuh tanpa gangguan sehingga sang Atman akan dapat mencapai kebahagiaan sejati menuju pada kelahiran yang disebut sebagai kelahiran Deva Yoni, disebut dengan Aisvarya, dan menjadikan sebagai buah atau bunga-bunga Dharma. Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit Adharma / kejahatan dan menentang Dharma…

  • Ahning Maneb Manah Nira

    Mutiara WedaYogyakarta, 15/10/2025 Umat Sedharma, dalam susahstra ada disebutkan: “Dve karmāṇi naraḥ kurvan iha loke mahīyate.”Ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan kasar (tan ujar ahala) dan tidak sekali-kali berniat melakukan perbuatan jahat dan tercela. Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada ubahnya seperti membidik…

  • Hiṁsa Karma & Unsur Penyupatan

    Mutiara WedaYogyakarta, 30/04/2026 Umat Sedharma, dalam susastra diajarkan: Ahimsa ngaranya tanpa mati-mati; menyakiti dan membunuh makhluk hidup dengan semena-mena tidak dibenarkan dalam ajaran agama Hindu. Namun demikian, melakukan Hiṁsa Karma, yaitu perbuatan membunuh dengan tujuan kesucian tertentu, dapat menjadi suatu kewajiban sebagaimana tersurat dalam pustaka suci Weda. Dalam kitab suci Vṛtti Śāsana tersurat bahwa melakukan perbuatan Hiṁsa Karma atau membunuh makhluk…

  • Filosofi Vāyuh

    Disajikan sebuah sajian dengan topik Filosofi Vāyuh, artinya angin. Mari dimaknai dan disimak ajaran luhur tentang Vāyuh pada pustaka suci Bhagavad Gītā IX-6 yang dikutip sebagai berikut ini: “यथाकाशस्थितो नित्यं वायुः सर्वत्रगो महान् Iतथा सर्वाणि भूतानि मत्स्थानीत्युपधारय ॥ ९-६॥yathākāśa-sthito nityaṁ vāyuḥ sarvatra-go mahān,tathā sarvāṇi bhūtāni mat-sthānīty upadhāraya. Artinya:“Laksana angin yang kuat selalu ada dan bertiup…

  • Jadikan Doa Sebagai Benteng

    Mutiara WedaYogyakarta, 16/09/2025 Umat se-dharma, umat Hindu memiliki keyakinan bahwa memuja kebesaran, keagungan, dan kemuliaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Ida Sang Hyang Parama Kawi adalah suatu kewajiban (Nama Smaraṇam). Serta, selalu mendekatkan dan berpasrah diri ke hadapan-Nya dengan memancarkan doa-doa pujaan sebagai Kavaca (pagar pelindung) dalam diri masing-masing. Pengucapan doa-doa pujaan atau…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *