umat Hindu di Indonesia

Sejarah Agama Hindu

Berbicara sejarah Agama Hindu, penting untuk umat Hindu menoleh ke masa lalu, yakni masa atita.

Sekilas tentang Asal Usul Agama Hindu
Sebuah lokasi di lembah Sungai Sindhu di negeri India, daerah Jammu Kashmir, merupakan asal mula Agama Hindu. Mengenai asal Agama Hindu, dipercaya sebagai agama tertua di dunia yang bermula di Lembah Indus, India, sekitar tahun 2300 SM–1500 SM. Agama ini lahir dari perpaduan budaya bangsa Arya dengan bangsa Dravida yang sudah tinggal di India pada sebuah lembah Sindhu, dinamai Harappa dan Mohenjodaro, sebelum bangsa Arya datang ke India.

Periode Weda merupakan periode yang berlangsung sekitar tahun 1500 SM–500 SM, ketika Weda disusun. Pada periode Weda, upacara Tajña seperti pengorbanan dan nyanyian atau Gìta menjadi hal yang umum bagi umat Hindu.

Periode Epik, Purana, dan Klasik
Periode ini berlangsung sekitar tahun 500 SM–500 M. Pada periode ini, umat Hindu mulai memuja dewa-dewa, terutama Brahma, Wisnu, Siwa, dan Dewi sebagai sakti.

Penyebaran Agama Hindu ke Indonesia
Kapan sebenarnya penyebaran Agama Hindu ke Indonesia? Terkait sejarah, Agama Hindu diperkirakan masuk ke Indonesia pada awal jayanya tahun Masehi, dibawa oleh para pandita dari negeri India yang disebut juga Bharata Warsa. Penyebarannya meluas ke arah Tenggara Asia, ke Timur Asia, dan juga ke negeri Tiongkok yang sekarang terkenal sebagai negeri Cina, melalui kerja sama perdagangan dan ekonomi sambil membawa misi penyebaran Agama Hindu.

Mengenai penyebaran Agama Hindu sampai ke Bali, agama ini pertama kali dibawa masuk oleh para penakluk Nusantara, termasuk di tanah Kalimantan, Sumatra, dan Jawa. Penyebaran ini terutama melalui Kerajaan Majapahit yang sangat terkenal pada abad ke-14, yang menjadi masa kejayaan Agama Hindu.


Sekilas sejarah Agama Hindu perlu digali untuk mengetahui siapa para pendiri dan para penyebar Agama Hindu ke seluruh dunia. Juga, perlu ada sumber otentik mengenai buku atau teks yang menunjukkan bahwa Agama Hindu merupakan perpaduan berbagai kepercayaan dan tradisi kuno di masa silam.

Saat ini, Agama Hindu menjadi agama yang memiliki jumlah penganut cukup besar yang tersebar di berbagai negara di dunia, seperti di benua Asia, Eropa, Afrika, Amerika, dan Australia.

Demikian sekilas sejarah Agama Hindu sebagai wawasan sederhana tentang Agama Hindu. Semoga bermanfaat untuk menambah pemahaman betapa orang suci Agama Hindu tempo dulu menyebarkan Agama Hindu ke berbagai pelosok daerah di jagat raya ini, yang masih eksis sampai masa kini dan ke depannya. Svaha. Santih.

Penulis: I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Kuatkan Kepekaan Rohani

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/08/2026 Umat Sedharma, perlu disadari bahwa terlahir dan menjelma sebagai manusia di mayapada ini dibekali dengan berbagai keterikatan terhadap hal-hal yang bersifat keduniawian, seperti kelahiran (janma), kematian (mṛtyu), usia tua (jarā), penyakit (vyādhi), penderitaan (duḥkha), dan kesalahan atau dosa. Dalam alam saṁsāra, berbagai keterikatan tersebut dapat membelenggu jiwa umat manusia apabila tidak dipahami,…

  • Filosofi Brahman

    Palangka Raya, 15.5.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah topik tentang Filosofi Brahman, yang berarti Sang Hyang Siva sebagai pencipta, pemelihara, dan pengembali segala sesuatu ke asal-Nya. Mari kita pahami ajaran luhur tentang ketuhanan Hindu dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.6.20-22 yang dikutip sebagai berikut: “सृष्टिः स्थितिश्च संहारस्तिरो भावोप्यनुग्रहः ।यस्मात्प्रवर्तते तस्मै ब्रह्मणे च त्रिशूलिने ॥…

  • Tri Semaya

    Mutiara Weda 30/09/2025 Umat sedharma, dalam sistem filsafat Hindu ada tiga konsep ruang-waktu yang berorientasi pada kelangsungan kehidupan umat manusia dari masa ke masa yang disebut Tri Semaya. Tatkala orang bijak memperhatikan apa yang terjadi di masa lampau (Ātīta), menjaga apa yang ada sekarang (Vartamāna), serta mampu mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan…

  • Kebenaran Dharma Tertinggi

    Mutiara WedaYogyakarta, 21 Juni 2026 Umat sedharma, Dharma merupakan kewajiban suci yang harus didengar, dipahami, dan dilaksanakan apabila ingin mengerti hakikat kehidupan sebagai manusia. Dalam sebuah sesanti Hindu diungkapkan: “Di antara sesama manusia, Brahmana varṇalah yang tertinggi, yaitu mereka yang wruh ring sarwa jñāna (memahami seluruh pengetahuan suci Weda). Apabila dilihat dari sumber cahaya, mataharilah…

  • Suluh Nikang Prabha

    Mutiara Weda Jogjakarta, 04/05/2026 Umat Se-dharma, jika kita renungkan, tatkala kesadaran diri melebur dengan Kesadaran Sejati atau Yang Maha Agung, maka yang tersisa hanyalah kebahagiaan tanpa batas. Membangun kecerdasan sangatlah penting bagi setiap umat manusia dengan menempatkan kecerdasan intelektual sebagai inti dasarnya, yang kemudian diperhalus oleh kecerdasan emosionaldan kecerdasan spiritual menuju pada kesadaran sejati, dengan bhūṣaṇa-bhūṣaṇa sebagai pengikatnya. Busana kekayaan berupa keramahan, dan busana orang kuat berupa ucapan…

  • Bunga Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/07/2025 Umat Se-dharma, kebahagiaan, kenikmatan & kesenangan yang penuh tanpa gangguan sehingga sang Atman akan dapat mencapai kebahagiaan sejati menuju pada kelahiran yang disebut sebagai kelahiran Deva Yoni, disebut dengan Aisvarya, dan menjadikan sebagai buah atau bunga-bunga Dharma. Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit Adharma / kejahatan dan menentang Dharma…