Panca Vidha dalam Agama Hindu

Mutiara Weda
Yogyakarta, 17/07/2026

Umat Se-Dharma, dalam ajaran agama Hindu, taat dan patuh kepada orang tua atau Guru Rupaka, serta berbhakti kepada para leluhur merupakan kewajiban bagi sang anak dalam membangun keluarga Hindu yang bahagia, Sukino Bhawantu, nantinya.

Ada lima hal yang menyebabkan sang anak wajib berbhakti kepada orang tua (Guru Rupaka) dan para leluhur, yang dikenal dengan nama Panca Vidha, antara lain:

Sang Ametwaken, yang melahirkan dari kandungan seorang ibu.

Sang Nitya Maweh Bhijodana, orang yang selalu mengusahakan untuk memberikan makanan.

Sang Mangupadyaya, orang yang selalu membimbing, mendidik, dan menuntunnya.

Sang Anyangaskara, orang yang selalu memberikan doa atau mengupacarainya.

Sang Atulung Urip Rikalaning Baya, orang yang selalu membela saat menghadapi mara bahaya.

Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban bagi setiap umat Hindu untuk taat dan patuh kepada Guru Rupaka, orang tua, dan berbhakti kepada para leluhur sehingga mendapatkan pahala baik berupa Kirti (kerahayuan), Ayusa (umur panjang), Bala (kuat), dan Yasa Patingghal Rahayu (menjadi contoh bagi keturunannya). Niscaya akan dapat terbangunnya generasi muda Hindu yang Suputra, yang memegang teguh ajaran Dharma atau Yowana Dharma Laksana.

(Nitisastra, VIII.3 & SS)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Cakra Dharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 01/10/2025 Umat sedharma, sifat melayani akan nilai-nilai dharma (Dharma-sevanam) merupakan bagian dari ethos kerja atau karma baik (śubha-karma) sesuai ajaran ethika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai kebajikan pada sesama (Dharma-sevanam) akan dapat membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian akan lahir kemuliaan, dari…

  • Filosofi Apsu

    Disajikan Filosofi Apsu artinya air. Mari dimaknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā VII-8 yang dikutip sebagai berikut ini: “मयि सर्वमिदं प्रोतं सूत्रे मणिगणा इव ॥ ७-७॥रसोऽहमप्सु कौन्तेय प्रभास्मि शशिसूर्ययोः ।raso ‘ham apsu kaunteya prabhāsmi śaśi-sūryayoḥ,praṇavaḥ sarva-vedeṣu śabdaḥ khe pauruṣaṁ nṛṣu. Artinya:Aku adalah rasa dalam air, wahai Arjuna; Aku adalah cahaya pada bulan dan…

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/04/2026 Umat sedharma, pañca śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin terhadap śraddhā-nya, disebut sebagai nāstika atau jadma kesasar (manusia yang tersesat). Orang nāstika adalah mereka yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik, atau disebut niṣkriya (tidak aktif dalam menjalankan…

  • Bersahabat dengan Kesabaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 3 Agustus 2026 Umat Sedharma, Jika dicermati, kehidupan manusia di dunia ini ibarat Cakra Manggilingan yang senantiasa berputar. Terkadang berada di atas, terkadang berada di bawah, silih berganti, penuh dengan berbagai cobaan dan tantangan kehidupan. Tanpa ombak yang ganas, seseorang tidak akan pernah mengetahui kemahirannya dalam berselancar. Demikian pula, tanpa cobaan, tantangan, dan…

  • Perkuat Nurani dengan Nilai Dharma

    Mutiara Weda11/11/2025 Umat se-dharma, dalam susaastra tersurat: hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang. Perkuatlah nurani dengan memperkuat nilai-nilai kebenaran (satyam). Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran semu yang menyakitkan, dan jangan pula mengucapkan kebohongan yang menyenangkan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita perkokoh dan pertebal hati…