Kṛtakṛtya–Ātmarati

Mutiara Weda
Yogyakarta, 12/06/2026

Umat sedharma, dalam susastra Hindu disebutkan bahwa dalam mengarungi kehidupan yang sempurna (kṛtakṛtya) dengan limpahan kesenangan dan kebahagiaan (ātmarati), seseorang tidak dapat melepaskan diri dari penerapan nilai-nilai ajaran Dharma.

Mengamalkan dan mengaplikasikan ajaran Dharma dalam diri sendiri sebagai jalan menuju Sang Maha Pencipta disebut Dharma Sādhana atau Catur Dharma Sādhana, yang merupakan Sāra Sariṇing Dharma (inti sari ajaran Dharma).

Empat bentuk pengamalan ajaran agama yang tergolong dalam Catur Dharma Sādhana antara lain:

• Jñāna Kāṇḍa : pikiran yang terbebas dari dualitas.
• Bhakti Kāṇḍa : sikap welas asih dan kebaikan yang tidak terbatas kepada semua makhluk.
• Yoga Kāṇḍa : pikiran yang terbebas dari pengaruh Ṣaḍripu (enam musuh dalam diri).
• Karma Kāṇḍa : kemampuan melaksanakan svadharma dengan baik.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu marilah mewujudkan, merealisasikan, dan memancarkan ajaran kesucian atau Dharma melalui Dharma Vāhinī (pembawa ajaran Dharma), sehingga terbina dan terpupuk budi pekerti serta kesucian batin. Niscaya kita akan mampu mengamalkan nilai-nilai Dharma dengan baik, menjadi seorang sādhaka (pencari spiritual), serta mencapai jīvanmukti (kebebasan rohani semasa hidup), yaitu kebahagiaan di dunia dan kesempurnaan hidup dalam keadaan kṛtakṛtya.

(Ṛgveda VIII.69.8 dan SS.12)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) DIY

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bersahabat dengan Kesabaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 3 Agustus 2026 Umat Sedharma, Jika dicermati, kehidupan manusia di dunia ini ibarat Cakra Manggilingan yang senantiasa berputar. Terkadang berada di atas, terkadang berada di bawah, silih berganti, penuh dengan berbagai cobaan dan tantangan kehidupan. Tanpa ombak yang ganas, seseorang tidak akan pernah mengetahui kemahirannya dalam berselancar. Demikian pula, tanpa cobaan, tantangan, dan…

  • Mebrata: Bentuk Janji atas Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 26 Juli 2026 Umat Sedharma, Jika kita renungkan, selama ketidakjujuran menjadi dasar dalam setiap perbuatan, dapat dipastikan bencana dan malapetaka akan menimpa, sehingga seseorang tidak mampu melepaskan diri dari belenggu ikatan duniawi. Sebaliknya, apabila ketulusan hati (Arjawa) dijadikan landasan dalam berpikir, bertutur kata, dan berbuat, niscaya akan diperoleh kekuatan pikiran yang luhur. Sesungguhnya,…

  • Tampakkan Prilaku yang Sāttvika

    Mutiara Weda Yogyakarta, 05/11/2025 Umat se-dharma, tiga gerak pikiran umat manusia sebagai sang pengendali utama dari hawa nafsu di antaranya: tidak iri hati/tidak dengki, tidak menyakiti makhluk lain, serta percaya dan yakin akan kebenaran ajaran Hukum Karma Phala. Membangun prilaku yang sāttvika (murni dan jernih) dalam perbuatan, perkataan maupun dalam berpikir menjadi suatu kewajiban dan…

  • Filosofi Īśvaraḥ

    Disajikan topik Filosofi Īśvaraḥ, artinya Tuhan Yang Maha Esa, penguasa semua makhluk hidup. Mari dimaknai ajaran suci dalam pustaka suci Bhagavad Gītā XV-8 yang dikutip sebagai berikut: “शरीरं यदवाप्नोति यच्चाप्युत्क्रामतीश्वरः ।गृहीत्वैतानि संयाति वायुर्गन्धानिवाशयात् ॥ १५-८॥śarīraṁ yad avāpnoti yac cāpy utkrāmatīśvaraḥ,gṛhītvaitāni saṁyāti vāyur gandhān ivāśayāt. Artinya:“Bila Tuhan mengenakan suatu badan jasmani dan apabila Ia meninggalkannya, Ia…

  • Filosofi Grhastha Dharma

    Disajikan topik mengenai Grhastha Dharma artinya kewajiban keluarga. Maknai ajaran luhur pada pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA – SLOKA I-118 yang dikutip sebagai berikut: “देश धर्मान् जाति धर्मान् कुल धर्मांश्च शाश्वतम्पाषण्ड गण धर्मांश्च शास्त्रे ऽस्मिन्नुक्तवान् मनुःdeśa dharmān jāti dharmān kula dharmāṁśca śāśvatampāṣaṇḍa gaṇa dharmāṁśca śāstre ’sminnuktavān manuḥ” Artinya:Kewajiban tentang kewarganegaraan, kewajiban khusus pada golongannya sendiri, dan kewajiban…

  • Siklus Kehidupan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 08/05/2025 Umat se-dharma, jika disadari, sesungguhnya setiap umat manusia tidak akan pernah lepas dari tiga siklus alur kehidupan: Utpeti, Sthiti, dan Pralina (kelahiran, kehidupan, dan akhirnya menuju kematian/kembali ke asal) sebagai tiga kemahakuasaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tri Kona. Setiap manusia hidup ke dunia ini memiliki tenaga/kekuatan yang disebut Udana…