Dharmaprawṛtti (SS. 50)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
Selasa, 22 September 2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Dharmaprawṛtti artinya taat beragama Hindu. Umat manusia yang berada dalam kondisi hidup sangat miskin (daridra), hidup melarat (papa), hidup sengsara (samsara), hidup sedih (duḥkha), dan hidup nista (hina), namun tetap memiliki hati yang mulia (Mulyanām Sādhunām ca), adalah umat yang disayangi oleh Vidhi.

Umat Hindu yang demikian tetap menghayati dan mengamalkan ajaran agama Hindu secara baik dan benar. Umat yang demikian dinamai Dharmaprawṛtti. Hyang Vidhi menyayangi umat yang beragama Hindu dengan hati yang tulus dan mulia serta tetap ber-bhakti kepada Tuhan Yang Maha Esa atau Janma Priyah Vidhi.

Sebaliknya, mereka yang memiliki banyak harta (Bahu Artha), tetapi tidak taat beragama Hindu, dapat mengalami berbagai bencana (Bhaya).

Marilah kita taat beragama Hindu (Dharmaprawṛtti). Basisnya adalah budi yang mulia (Budhiman), sebagai kekayaan diri yang tidak dapat dicuri dan tidak dapat dicurangi oleh siapa pun.

Dhanyavadam. Suksma. Ksama. Ksami ca.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Budhi Pijakan dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/09/2025 Umat se-dharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika akan bertutur kata dan bertindak, sehingga menghasilkan karma baik atau śubha karma nantinya. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali dan berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian, akan lebih…

  • Filosofi Grhastha

    Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah uraian dengan topik Grhastha, artinya kepala rumah tangga. Mari dipahami dengan bijaksana ajaran luhur pada pustaka suciMĀNAVADHARMAŚĀSTRA SLOKA VI-89, yang dikutip sebagai berikut: “सर्वेषाम् अपि चैतेषाम् वेद स्मृति विधानतःगृहस्थ उच्यते श्रेष्ठः स त्रीनेतान् बिभर्ति हि”sarveṣām api caiteṣām veda smṛti vidhānataḥgṛhastha ucyate śreṣṭhaḥ sa trīnetān bibharti hi Artinya:Dan sesuai dengan…

  • Bangun Pura di Dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/05/2025 Umat se-Dharma, jika dipahami bahwa belajar agama dan ajaran kedyatmikan spiritual bukanlah untuk menyakiti orang lain dan bukan pula untuk memerangi orang lain, melainkan sebagai pedoman dan tuntunan hidup untuk memperhalus jiwa dan memperkokoh Budhi. Jika ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan diri…

  • Kesadaran

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/05/2026 Umat Sedharma, dalam susastra diungkapkan: Agne tapas tapyāmahe,upa tapyāmahe tapaḥ. Sesungguhnya kesadaran dan kemampuan digunakan untuk mengekang seluruh indria guna menghasilkan pengetahuan rohani. Membangun sifat kedewataan, yaitu sifat yang penuh dengan kebajikan, dengan menghapus niat buruk menjadi suatu keharusan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun kekuatan kedewataan dengan menyelaraskan dan…

  • Tri Semaya

    Mutiara Weda 30/09/2025 Umat sedharma, dalam sistem filsafat Hindu ada tiga konsep ruang-waktu yang berorientasi pada kelangsungan kehidupan umat manusia dari masa ke masa yang disebut Tri Semaya. Tatkala orang bijak memperhatikan apa yang terjadi di masa lampau (Ātīta), menjaga apa yang ada sekarang (Vartamāna), serta mampu mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan…