Filosofi Asamsayam (BG. VI.35)

Mutiara Kata Dharma Sabdhanam Moukika
Tanggal 8.11.2026

Oleh I Ketut Subagiasta

Asamsayam artinya tidak dapat diragukan, tidak disangsikan. Jika Manah Nirmala atau pikiran suci, pikiran tenang atau Manah Prasanta, pikiran tidak bergejolak atau Manah Pramàthi, segala tujuan dan cita-cita kebaikan, maka harapan tercapai dengan baik.

Luhur, mulia atau Mulyasya Artha. Semoga pikiran mulia selalu yakin diri dan tidak diragukan atau Asamsayam dalam setiap usaha kebajikan atau Subhakarma atau Karmani Dharma.

Rahayu. Svaha. Santah. Dhanyavadam. Ksami.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Grhasthe Saṁsthitim

    Disajikan sebuah topik Grhasthe Saṁsthitim, artinya semua tahapan kehidupan mendapat perlindungan pada tahap berumah tangga. Mari dipahami ajaran luhur dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra – Sloka VI.90 yang dikutip sebagai berikut ini: “यथा नदीनदाः सर्वे सागरे यान्ति संस्थितिम्तथैवाश्रमिणः सर्वे गृहस्थे यान्ति संस्थितिम्yathā nadīnadāḥ sarve sāgare yānti saṁsthitimtathaivāśramiṇaḥ sarve gṛhasthe yānti saṁsthitim“ Artinya:Sebagaimana semua sungai, baik…

  • Filosofi Sugihan

    Mutiara WedaYogyakarta, 11/06/2026 Umat sedharma, salah satu kewajiban umat Hindu menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan adalah melaksanakan upacara penyucian yang dikenal dengan Sugihan sebagai bagian dari rangkaian Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali memiliki makna penyucian Bhuana Agung (alam semesta) dan Bhuana Alit (diri manusia). Sugihan Jawa dilaksanakan pada Kamis Wage…

  • Bunga Dharma Menuju Janma Vāsanā

    Mutiara WedaYogyakarta, 3 Juni 2026 Umat se-dharma, kebahagiaan, kenikmatan, dan kesenangan yang penuh tanpa gangguan sehingga sang ātman dapat mencapai kebahagiaan sejati menuju kelahiran yang disebut Deva Yoni, dikenal sebagai Aiśvarya. Keadaan tersebut merupakan buah atau bunga-bunga Dharma yang diperoleh melalui kehidupan yang berlandaskan kebajikan. Demikian pula sebaliknya, manakala pikiran selalu diselimuti oleh bibit adharma…

  • Aparājitaḥ (BG I.17)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)20 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Aparājitaḥ (BG I.17) Aparājitaḥ berarti yang tidak terkalahkan. Dalam era kompetisi, siapa pun yang menjadi yang terbaik (śreṣṭha) akan memiliki peluang untuk menjadi yang unggul, yang utama, atau parameśvāsah. Meraih predikat sebagai pribadi yang tidak terkalahkan tentu merupakan hal yang baik. Namun, hendaknya tetap…

  • Lepaskan Diri dari Balutan Nafsu

    Mutiara Weda Yogyakarta, 10/05/2026 Umat se-dharma, dalam pustaka suci diungkapkan bahwa tidak ada kekayaan yang menyamai keluhuran pengetahuan. Demikian pula, tidak ada musuh yang lebih jahat daripada kemarahan (krodha), tidak ada kesengsaraan yang menyamai kelobaan, dan tidak ada kebahagiaan yang melebihi kemampuan seseorang dalam melepaskan ikatan nafsu (tyāga). Melepaskan diri dari cengkeraman nafsu menjadi suatu…

  • Panca Pramana & Panca Dharma Sandhi

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/08/2026 Umat Sedharma, Panca Pramana merupakan lima sumber Dharma yang wajib dijalankan dan menjadi pijakan utama bagi umat Hindu serta bersifat mutlak, yaitu: Kelima bagian dari Panca Pramana ini merupakan sumber-sumber Dharma yang wajib dipahami dan dijalankan oleh umat Hindu secara sinergis dan terintegrasi. Kesatuan kelima sumber Dharma tersebut sering disebut sebagai Panca…