Berperilaku Jahat Tidak Akan Pernah Selamat

Mutiara Weda
Yogyakarta, 08/11/2026

Umat se-Dharma, dalam susastra Hindu ada menguraikan: Tapumsi tasmai vrjinani santu, perbuatan jahat, licik, dan iri hati penuh dengan dosa membuat kehidupan menjadi tersiksa.

Perbuatan yang penuh dengan kejahatan dan dosa tidak akan pernah berhasil mengarungi kehidupannya di alam samsara ini, mengingat kebaikan/kebajikan tidak pernah bersahabat dengan kejahatan. Begitu pula, Ida Sang Hyang Widhi Wasa tidak akan pernah menolong dan membela orang yang berlaku jahat.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, bangunlah kesadaran diri tentang hakikat dosa dan lakukan penyucian diri (Prayascitta), serta jangan lupa banyak-banyak berbuat baik. Niscaya akan mendapatkan kebahagiaan dan kesejahteraan hidup, Neha bhadram raksasvine (Atharvaveda II.12.6).

Mangku Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Budhi Pijakan dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 21/09/2025 Umat se-dharma, jika direnungkan, sesungguhnya terjadinya karma diawali dari proses berpikir. Pikiran menjadi penentu ketika akan bertutur kata dan bertindak, sehingga menghasilkan karma baik atau śubha karma nantinya. Mengarahkan dan memperbaiki pola pikir menjadi suatu keharusan agar pikiran dapat terkendali dan berkonsentrasi kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian, akan lebih…

  • Damai dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 1 Agustus 2026 Umat Sedharma, Manah atau pikiran merupakan sinar cahaya yang mampu menjelajah ke mana-mana. Pikiran membimbing dan menuntun setiap perilaku maupun tindakan, menjadi sumber pengetahuan, serta berperan sebagai perantara yang paling cepat dalam diri manusia. Pikiran merupakan penentu baik dan buruknya seseorang. Pikiran mengawasi seluruh indria serta menjadikan niat atau tekad…

  • Upalaksana (SS. 140)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)21 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Upalaksana (SS. 140) Upalaksana berarti perbuatan jahat yang dapat menjadi sumber bencana besar. Bencana dapat terjadi akibat ulah jahat manusia itu sendiri. Ibarat seekor kijang yang melahirkan satu anak dan merawatnya dengan baik, sedangkan seekor serigala yang melahirkan enam sampai tujuh anak justru memakan anak-anaknya…

  • Dhūrtalakṣaṇam/Dustalakṣana (Slokantara, 73)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)22 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Dhūrtalakṣaṇam/Dustalakṣana artinya perbuatan jahat atau penjahat. Dalam kehidupan terdapat dualisme perbuatan, yaitu perbuatan baik (sukerta, subhakarma) dan perbuatan tidak baik (duskerta, asubhakarma). Perbuatan jahat atau perilaku penjahat memiliki berbagai bentuk, antara lain: Tanda-tanda penjahat secara umum, antara lain bermuka manis, berbicara simpatik, penjilat, suka memfitnah,…

  • Filosofi Panca Mahattvapurnam Vastu

    Disajikan sebuah topik luhur tentang Panca Mahattvapurnam Vastu, artinya lima hal penting. Mari dimaknai lima hal penting sebagai ajaran luhur bagi umat Hindu pada pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA – SLOKA II-136 yang dikutip sebagai berikut: “वित्तं बन्धुर्वयः कर्म विद्या भवति पञ्चमीएतानि मान्यस्थानानि गरीयो यद् यदुत्तरम्”vittaṁ bandhurvayaḥ karma vidyā bhavati pañcamīetāni mānyasthānāni garīyo yad yaduttaram Artinya:Harta benda,…