Filosofi Kerti Pandita (Slokantara 7)

Mutiara Kata Dharma Sabdhanam Moukika
Tanggal 27.10.2026

Oleh I Ketut Subagiasta

Kerti Pandita artinya orang bijaksana berperilaku budiman. Kerti Pandita merupakan orang teladan bagi umat Hindu yang dijadikan panutan, yakni: a) Advesa, yaitu yang tidak bertindak mendendam; b) Sudharma, yaitu yang taat pada kebenaran kebajikan; c) Dharmika, yaitu yang setia patuh beragama Hindu; d) Upeksa, yaitu yang menghargai sesama manusia sekitarnya.

Mari dimaknai filosofi Kerti Pandita.

Svasti. Rahayu. Svaha. Suksma.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Ātmanastuti

    Mutiara WedaYogyakarta, 20 Juli 2025 Umat Se-Dharma, Memperkokoh keyakinan dalam beragama melalui Śraddhā dan Bhakti, serta selalu merawat dan menjaga anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa, merupakan suatu kewajiban bagi setiap umat Hindu. Kebenaran dan kebajikan dijaga melalui perilaku yang baik. Demikian pula, śāstra-śāstra suci dijaga dengan keteguhan hati dan kesucian pikiran. Kelahiran sebagai…

  • Paisunyam (SS.75)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)19.7.2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Paisunyam (SS.75) Paisunyam adalah fitnah. Umat Hindu jangan berkata fitnah atau melakukan Paisunyam (Ujar Pisuna). Fitnah adalah dosa besar. Fitnah adalah berkata dusta. Fitnah adalah berkata yang merusak martabat. Fitnah tidak perlu dibalas dengan dendam atau advesa. Fitnah hendaknya diklarifikasi dengan jujur atau arjawa. Dosa fitnah…

  • Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

    Mutiara Weda21/12/2025 Umat sedharma, pemusatan dan pengendalian pikiran dari pengaruh indria (pancaindra) atau hawa nafsu—citta-vṛtti-nirodha—menjadi faktor penting dalam menjalankan proses kehidupan di dunia ini, di alam saṁsāra. Orang yang mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh-pengaruh indria dan hawa nafsu bagaikan seekor penyu yang menarik seluruh anggota badannya ke dalam cangkangnya. Orang yang berperilaku demikian sesungguhnya adalah…

  • Arjavam (BG XVI.1)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)31 Juli 2026 OLEH I KETUT SUBAGIASTA Arjavam (BG XVI.1) Arjavam berarti jujur, kejujuran, dan integritas. Setiap perbuatan manusia hendaknya dilandasi kejujuran. Kejujuran dalam berpikir, kejujuran dalam berkata, dan kejujuran dalam bertindak merupakan fondasi kehidupan yang harmonis. Harmoni kehidupan dibangun di atas kejujuran untuk mewujudkan kehidupan yang subur, makmur, dan sejahtera….

  • Siklus Samsara

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/05/2025 Umat Se-dharma, lahir kembali menjelma menjadi manusia menjalankan siklus Samsara Punarbhawa sesungguhnya memanfaatkan waktu dan menggunakan kesempatan untuk lahir kembali dengan baik guna memperbaiki diri serta menjadi penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan hidup yaitu Catur Purusa Artha. Jangan sia-siakan waktu & kesempatan dengan melakukan perbuatan hina dan tercela, demikian pulajangan biarkan waktu…

  • Himsa Karma & Unsur Penyupatan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 04/11/2025 Umat Sedharma, dalam susaastra Hindu ada Mengajarkan bahwa Ahimsa ngaranya tanpa mati-mati; menyakiti dan membunuh makhluk hidup dengan semena-mena tidak dibenarkan dalam ajaran agama Hindu. Namun melakukan Himsa Karma—perbuatan membunuh—dengan tujuan hal-hal kesucian sebagai suatu kewajiban dari pustaka suci Weda. Dalam kitab suci Vṛtti Śāsana tersurat bahwa melakukan perbuatan Himsa Karma…