Ngajegang Dharma

Mutiara Weda
Yogyakarta, 23/08/2026

Umat Sedharma, jika direnungkan, emas walaupun dipanaskan dan ditempa berkali-kali akan tetap memancarkan cahaya dan sinarnya. Demikian pula kayu cendana, walaupun digosok berulang-ulang, akan tetap mengeluarkan bau wangi dan harum. Begitu pula halnya dengan nilai-nilai kebajikan dan kebenaran yang tidak akan pernah luntur serta tidak akan berubah sepanjang zaman.

Perlu disadari bahwa tidak ada kewajiban suci yang lebih tinggi daripada kebenaran (Satya) dan tidak ada neraka yang lebih menyeramkan daripada kawah Candradimuka. Oleh karena itu, teguhlah memegang kebenaran dan Ajeg Dharma, walaupun ajal menghadang.

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu senantiasa memegang teguh ajaran Dharma dalam kehidupan sehari-hari dengan jalan selalu berbuat baik dan benar, agar tidak terjerumus ke dalam kelahiran yang rendah maupun kehidupan neraka (Maharorawa), serta menjauhkan diri dari ketidakmengertian terhadap ajaran Dharma (Niraya).

(Slokantara 1 & 12.75)

Mangku Gede Made Worda N
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Berbuat dengan Ketanpaakuan

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/05/2026 Umat sedharma, dalam susastra diungkapkan bahwa orang yang memiliki keinginan untuk berbuat bebas tanpa keakuan dapat dipastikan akan memperoleh kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya. Orang yang berjiwa sabar, tenang, dan tulus ibarat air yang masuk ke dalam samudra. Walaupun terus-menerus mengalir, samudra tetap tenang dan tidak bergerak. Demikian pula halnya dengan orang…

  • Orang Jahat Seluruh Tubuhnya Beracun

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/01/2025 Umat Se-Dharma, Dalam sesanti ada menyebutkan, binatang kalajengking memiliki racun yang terletak di ekornya. Begitu pula binatang ular, memiliki racun berbisa yang terletak di taringnya. Berbeda halnya dengan orang yang licik, picik, dan jahat, seluruh tubuhnya diliputi oleh racun yang sangat berbisa. Melakukan tindakan kejahatan atau perbuatan buruk (Asubha Karma) dapat dipastikan…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 30 Juli 2026 Umat Sedharma, Dalam susastra diungkapkan bahwa apabila seseorang yang terlahir sebagai manusia mengingkari pelaksanaan Dharma, bahkan bingung terhadap agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi, serta dipenuhi sifat tamak, maka orang semacam itu disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki…

  • Daivasura Sampad

    Mutiara Weda Yogyakarta, 18/10/2025 Umat se-dharma, ada dua macam makhluk ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa di dunia ini, yaitu yang bersifat mulia dan yang bersifat jahat. Ciptaan yang bersifat bijak dan mulia disebut Daivī Sampad. Karakternya adalah penuh kebijaksanaan, memiliki kemurnian hati, serta mampu menguasai dan mengendalikan indriya. Sedangkan ciptaan yang berperilaku jahat disebut…

  • Dharma Śāsana

    Mutiara Weda Yogyakarta, 12/10/2025 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda Saṁhitā ada menyebutkan: “Satyabrūyat priyaṁ, priyaca nānṛta brūyād eṣa dharma sanātanam.” Hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang; dengan ajaran Ethika Hindu menjadi pijakannya Dharma Śāsana. Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran yang semu dan menyakitkan serta jangan pula…