Gunakarma (BG IV.13)

DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)
6 Agustus 2026
Oleh I Ketut Subagiasta

Gunakarma (BG IV.13)

Gunakarma adalah sifat, keahlian, profesi, atau pekerjaan yang dimiliki seseorang. Keutamaan umat Hindu ialah memiliki sifat, keahlian, profesi, atau pekerjaan yang berkompeten serta berlandaskan Dharma.

Kartanam berarti penekun profesi, seperti penekun kerohanian (Brahmana), penegak ketertiban dan pelindung masyarakat (Ksatriya), penekun bidang ekonomi kerakyatan (Waisya), serta penekun bidang ketenagakerjaan dan pelayanan (Sudra).

Marilah memaknai filosofi Gunakarma dengan bijaksana. Ingatlah sādhūnām, yakni profesi yang baik dan mulia. Jangan memilih duṣkṛta, yaitu profesi yang curang atau bertentangan dengan Dharma. Sebaliknya, akartanam adalah penekun profesi yang tidak berkompeten atau melakukan aśubha karma. Oleh karena itu, marilah menjadi pribadi yang bijaksana.

Svaha.

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Amṛtasnātaka

    Disajikan sebuah topik tentang Amṛtasnātaka, artinya seorang yang tekun dalam brata dan taat menjalani brahmacārī. Mari dipahami ajaran suci dalam pustaka Sārasamuccaya, Sloka 255, yang dikutip sebagai berikut: “amāvāsyāṁ caturdaśyāṁ pūrṇamāsyāṣṭamīṣu ca,brahmacārī bhaven nityam amṛtasnātako dvijaḥ.” Nihan tācāranikang sang brāhmaṇa, yan ring amāwāsyā, caturdaśī, ring pūrṇamā, ring aṣṭamīkāla kunēng, brahmacārya juga sira, haywa parēking strī,…

  • Ahaṃkāra Jñāna

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/04/2027 Umat sedharma, sesungguhnya pikiran atau manaḥ merupakan penyebab penderitaan dan kesengsaraan apabila dibelenggu oleh hawa nafsu, yaitu ahaṃkāra jñāna (ego yang diliputi ketidaktahuan). Sebaliknya, apabila pikiran bersih dan suci, tidak diliputi kekacauan, serta bebas dari berbagai kecemaran, maka keadaan tersebut mencerminkan sāttvika vidyā (pengetahuan yang murni). Inilah hakikat kedamaian dalam ajaran Hindu….

  • Berperilaku Jahat Tidak Akan Pernah Selamat

    Mutiara WedaYogyakarta, 08/04/2026 Umat sedharma, dalam susastra Hindu diuraikan: tapāṃsi tasmai vṛjināni santu — perbuatan jahat, licik, dan iri hati sarat dengan dosa yang membuat kehidupan menjadi tersiksa. Perbuatan yang dipenuhi kejahatan dan dosa tidak akan pernah berhasil mengarungi kehidupan di alam saṃsāra ini. Kebaikan dan kebajikan tidak pernah bersahabat dengan kejahatan. Demikian pula, Ida…

  • Tri Semaya

    Mutiara Weda 30/09/2025 Umat sedharma, dalam sistem filsafat Hindu ada tiga konsep ruang-waktu yang berorientasi pada kelangsungan kehidupan umat manusia dari masa ke masa yang disebut Tri Semaya. Tatkala orang bijak memperhatikan apa yang terjadi di masa lampau (Ātīta), menjaga apa yang ada sekarang (Vartamāna), serta mampu mengantisipasi apa yang akan terjadi di masa depan…

  • Dama – Danta

    Mutiara Weda23/05/2025 Umat Sedharma, orang bijak pernah mengatakan sesungguhnya orang yang namanya mandi itu bukan hanya tubuhnya yang dibasahi atau dibasuh, melainkan orang yang memiliki kesadaran akan dirinya Dama serta kesucian lahir-bathin, jasmani-rohani, sekala maupun niskala Danta. Orang yang suci secara lahir maupun bathin Danta tidak akan pernah memiliki sifat-sifat bohong, angkuh, iri hati, dan…

  • Sat, Cit, Ānanda Brahman

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/11/2025 Umat se-dharma, dalam pustaka suci Weda diajarkan untuk selalu setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran dalam menuju ketenangan serta kedamaian batin (parama śānti). Kebenaran dan kejujuran adalah sifat dan hakikat ke-Tuhanan: Sat, Cit, Ānanda Brahman (ada–kesadaran–kebahagiaan murni), yang menjadi bagian dari dasar keyakinan (śraddhā) dalam ajaran agama Hindu. Kesetiaan dan kejujuran itu…