Sad Ripu dan Sapta Timira: Musuh Utama Manusia

Mutiara Weda
Yogyakarta, 31 Juli 2026

Umat Sedharma,

Dalam susastra disebutkan:

Ragādhi musuh maparo rihati yotonggwanya tan madoh riawak.

Sesungguhnya, musuh yang paling utama bukanlah orang lain, melainkan berada di dalam diri sendiri sebagai akibat dari kegagalan menyelaraskan unsur-unsur Tri Guna Tattwa, yaitu sattvam, rajas, dan tamas.

Kesabaran, kedamaian, serta ketabahan (Ksama) merupakan sifat-sifat luhur yang harus tertanam dan terpelihara dalam diri setiap umat Hindu sebagai jalan untuk meningkatkan kualitas diri (Suluh Nikang Prabha).

Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu membangun kedamaian dan keharmonisan mulai dari diri sendiri. Tingkatkan kualitas rohani melalui tapa, yaitu pengekangan dan pengendalian diri, serta tumbuhkan kepribadian yang lebih sattwika. Hal itu dapat diwujudkan dengan melatih Vāk, Manah, dan Kāya, menyelaraskan unsur Tri Guna Tattwa, serta mengendalikan unsur-unsur Sad Ripu dan Sapta Timira yang ada dalam diri. Niscaya, dengan demikian akan terbangun kedamaian dan kerukunan dalam kehidupan sebagai landasan menuju Mahā Samādhi.

(Bhagavad Gītā III.37–40).

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Dharma Sevanam

    Mutiara WedaYogyakarta, 22 Juni 2026 Umat sedharma, sifat melayani nilai-nilai Dharma (Dharma Sevanam) merupakan bagian dari etos kerja atau karma yang baik (śubha karma), sebagaimana diajarkan dalam etika Hindu. Sifat melayani dalam kebajikan kepada sesama (Dharma Sevanam) akan membangun kesucian diri dan menjadi fondasi utama dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu. Dari kesucian akan…

  • Filosofi Grhastha Dharma

    Disajikan topik mengenai Grhastha Dharma artinya kewajiban keluarga. Maknai ajaran luhur pada pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA – SLOKA I-118 yang dikutip sebagai berikut: “देश धर्मान् जाति धर्मान् कुल धर्मांश्च शाश्वतम्पाषण्ड गण धर्मांश्च शास्त्रे ऽस्मिन्नुक्तवान् मनुःdeśa dharmān jāti dharmān kula dharmāṁśca śāśvatampāṣaṇḍa gaṇa dharmāṁśca śāstre ’sminnuktavān manuḥ” Artinya:Kewajiban tentang kewarganegaraan, kewajiban khusus pada golongannya sendiri, dan kewajiban…

  • Duratyayā (BG VII.14)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Senin, 10 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Duratyayā (BG VII.14) Duratyayā adalah terobosan, menerobos, atau upaya untuk menembus berbagai hambatan. Setiap manusia hendaknya memiliki semangat untuk melakukan terobosan melalui tindakan nyata, upaya inovatif, langkah kreatif, perbaikan berkelanjutan, serta usaha untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Dengan demikian, akan ditemukan cara terbaik dalam mengatasi…

  • Perkuat Nurani dengan Nilai Dharma

    Mutiara Weda11/11/2025 Umat se-dharma, dalam susaastra tersurat: hendaknya ia mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang. Perkuatlah nurani dengan memperkuat nilai-nilai kebenaran (satyam). Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran semu yang menyakitkan, dan jangan pula mengucapkan kebohongan yang menyenangkan. Oleh karena itu, marilah sebagai umat Hindu kita perkokoh dan pertebal hati…

  • Orang Jahat Seluruh Tubuhnya Beracun

    Mutiara WedaYogyakarta, 12/04/2025 Umat sedharma, dalam sesanti disebutkan bahwa binatang kalajengking memiliki racun yang terletak di ekornya. Demikian pula ular memiliki racun yang sangat berbisa pada taringnya. Berbeda halnya dengan orang yang berhati licik, picik, dan jahat; seluruh dirinya diliputi oleh “racun” yang sangat berbisa. Melakukan tindakan kejahatan atau perbuatan buruk (aśubha karma) akan membawa…

  • Melatih Diri akan Ketanpaterikatan

    Mutiara WedaYogyakarta, 18/07/2026 Umat Se-Dharma, Umat Hindu dalam mencapai tujuan hidupnya, yaitu bersatunya Sang Hyang Atman dengan Paramatma, Manunggaling Kawula lan Gusti, baik jiwan mukti maupun purna mukti, menempuh tiga jalan yang disebut Tri Sadhana atau Tri Karana. Tri Sadhana atau Tri Karana sebagai tiga jalan yang wajib dijalankan dalam mencapai tujuan akhir tersebut, antara…