Dharma Sādhana sebagai Sesarining Dharma

Mutiara Weda

Yogyakarta, 30 Juni 2026

Umat Se-dharma, dalam susastra diungkapkan bahwa untuk mewujudkan kehidupan yang sempurna, yaitu kṛtakṛtya (kehidupan yang telah memenuhi tujuan), dengan limpahan kesenangan dan kebahagiaan, yaitu ātmarati (kebahagiaan batin), tidak dapat dilepaskan dari kualitas penerapan nilai-nilai ajaran Dharma.

Mengamalkan dan mengaplikasikan ajaran Dharma pada diri sendiri sebagai jalan menuju Sang Maha Pencipta disebut Dharma Sādhana (praktik spiritual Dharma). Dharma Sādhana merupakan inti sari dalam menjalankan svadharmaning agama sebagai sesarining dharma (hakikat atau inti Dharma).

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, marilah mewujudkan, merealisasikan, dan memancarkan ajaran kesucian atau ajaran Dharma, yaitu Dharma Vāhinī, sehingga budi pekerti yang luhur dan kesucian batin senantiasa terbina dan terpupuk. Dengan demikian, umat Hindu akan mampu mengamalkan nilai-nilai Dharma dengan baik, menjadi seorang sādhaka (praktisi spiritual), serta mencapai jīvanmukti (kebebasan semasa hidup), yaitu kebahagiaan di dunia dan kesempurnaan hidup dalam keadaan kṛtakṛtya.

(Ṛgveda VIII.69.8)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Ngajegang Dharma

    Mutiara Weda Yogyakarta, 4 Juli 2026 Umat Se-dharma, dalam susastra tersurat bahwa apabila seseorang dilahirkan menjadi manusia, tetapi ingkar terhadap pelaksanaan Dharma, bahkan bingung dengan agamanya, terlebih hanya mengejar kenikmatan, kepuasan duniawi, serta berhati tamak, orang semacam ini disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, hidup menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk…

  • Tri Kaya Sandhi

    Mutiara Weda20/12/2025 Umat sedharma, di dalam susastra suci agama Hindu diajarkan bahwa umat Hindu, dalam menjalankan proses berpikir, melakukan perbuatan, maupun ketika akan mengeluarkan perkataan, hendaknya selalu berhati-hati serta mempertimbangkan akibatnya, baik maupun buruk dampaknya. Umat Hindu memiliki keyakinan bahwa pahala atau hasil dari buah karma akan diterima oleh orang yang berbuat, demikian pula oleh…

  • Medharmasanti

    Mutiara Weda21/03/2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci Weda diungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama, dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengingatkan kita sebagai umat sedharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama.Sahṛdayaṃ saṃmanasyam avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ. Ida Sang Hyang Widhi Wasa menganugerahkan sifat ketulusan, kesamaan batin, serta perasaan…

  • GURU PUJANAM

    Palangka Raya, 25 November 2024 Pada tanggal 25 November 2024 merupakan Hari Guru di Indonesia. Kalangan terpelajar wajib hormat kepada jasa guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sajian khusus saat ini tentang Guru Pujanam artinya menghormati guru.Mari dicamkan tentang filosofi Guru Pujanam sesuai ajaran suci pada pustaka suci Bhagavad Gītā – XVII-14 yang dikutip sebagai…

  • Filosofi Brahman

    Palangka Raya, 15.5.2025 Oleh I Ketut Subagiasta Disajikan sebuah topik tentang Filosofi Brahman, yang berarti Sang Hyang Siva sebagai pencipta, pemelihara, dan pengembali segala sesuatu ke asal-Nya. Mari kita pahami ajaran luhur tentang ketuhanan Hindu dalam pustaka suci Śiva Purāṇa 1.6.20-22 yang dikutip sebagai berikut: “सृष्टिः स्थितिश्च संहारस्तिरो भावोप्यनुग्रहः ।यस्मात्प्रवर्तते तस्मै ब्रह्मणे च त्रिशूलिने ॥…

  • |

    Rahajeng Hari Suci Sugihan Jawa dan Sugihan Bali

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/04/2025 Umat sedharma, setiap umat Hindu haruslah menyadari bahwa menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu merayakan Hari Suci Sugihan sebagai rangkaian dari Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali bermakna pensucian Bhuana Agung dan Bhuana Alit. Sugihan Jawa dilaksanakan pada Kamis, Wage wuku Sungsang sebagai perlambang pensucian Makrokosmos /…