Yadā Yadā Dharmasya Glānir (BG IV.7)

DHARMAŚABDANĀM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)

Yadā Yadā Dharmasya Glānir (BG IV.7)

Yadā Yadā Dharmasya Glānir mengandung makna bahwa kapan pun Dharma tidak dipatuhi dan mengalami kemerosotan, Hyang Widhi Wasa senantiasa menegakkan Dharma di jagat raya demi terciptanya ketenteraman, kedamaian, dan kesejahteraan seluruh kehidupan (jagad hita), sehingga terwujud keadaan yang damai dan harmonis.

I KETUT SUBAGIASTA

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bangun Pura dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 06/05/2026 Jika ajaran agama dan ajaran kesucian spiritual digunakan untuk menyakiti orang lain, apalagi hanya sekadar memamerkan diri atau bersifat rājasika, sudah dapat dipastikan hal tersebut mencerminkan rendahnya kualitas rohani dan tingkatan spiritual yang dimiliki, sehingga cenderung melahirkan kerasnya jiwa serta matinya rasa. Oleh karena itu, sebagai umat Hindu sudah menjadi suatu kewajiban untuk membangun pura…

  • Jangan Pelihara Rasa Dengki dalam Diri

    Mutiara Weda 13/05/2025 Umat Sedharma, menjauhkan diri dari rasa dengki dan rasa iri hati (Matsarya) adalah kewajiban dasar dalam membangun tatanan kehidupan umat Hindu yang Satyam, Sivam, dan Sundaram. Kuatkan perbuatan, perasaan hati, dan cinta kasih kepada sesama (Prema Vahini). Jangan biarkan sifat iri hati dan dengki terlalu lama bercokol dalam diri. Manakala batin selalu…

  • Filosofi Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ

    Disajikan sebuah topik Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ yang berarti “istri berwajah cerah”. Mari dimaknai ajaran luhur bagi keluarga dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra sloka V.150 yang dikutip sebagai berikut: “सदा प्रहृष्टया भाव्यं गृह कार्येषु दक्षयासुसंस्कृतो पस्करया व्यये चामुक्त हस्तयाsadā prahṛṣṭayā bhāvyaṁ gṛha kāryeṣu dakṣayāsusaṁskṛto paskarayā vyaye cāmukta hastayā“ Artinya:“Ia hendaknya selalu berwajah cerah, pandai dalam mengatur urusan…

  • Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 20/04/2026 Umat sedharma, pemusatan dan pengendalian pikiran dari pengaruh indria atau hawa nafsu (citta vṛtti nirodhaḥ) merupakan faktor penting dalam menjalankan kehidupan di dunia ini, yakni di alam saṃsāra. Orang yang mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh indria dan hawa nafsu diibaratkan seperti kura-kura yang menarik seluruh anggota tubuhnya ke dalam cangkangnya. Orang yang…

  • Pentingnya Menjaga Keseimbangan dalam Diri

    Mutiara WedaYogyakarta, 24/09/2025 Umat sedharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk mendapatkan rasa cinta kasih sayang dari-Nya yang selalu terpancar pada seluruh ciptaannya. Pancaran rasa kasih sayang dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menyinari bhumi (bumi) kepada seluruh alam semesta beserta isinya. Mereka yang…

  • Hidup Bagaikan Roda Pedati

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/04/2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci disebutkan: sukhasyānantaraṃ duḥkham, duḥkhasyānantaraṃ sukham — setelah kebahagiaan datang penderitaan, dan setelah penderitaan datang kebahagiaan. Ajaran ini menunjukkan bahwa ada kekuatan yang lebih tinggi yang mengatur kehidupan, yaitu Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Tatkala manusia berbuat baik, ia akan dianugerahi kedudukan yang mulia. Sebaliknya, jika berbuat jahat,…