Bangun Kesadaran

Mutiara Weda
Yogyakarta, 1 Juni 2026

Umat sedharma, orang bijak pernah mengatakan bahwa sesungguhnya orang yang disebut mandi bukan hanya tubuhnya yang dibasahi atau dibersihkan, melainkan orang yang memiliki kesadaran akan dirinya sendiri (dama) serta kesucian lahir dan batin, jasmani dan rohani, sekala maupun niskala (dānta).

Orang yang suci secara lahir maupun batin (dānta) tidak akan memiliki sifat-sifat bohong, angkuh, iri hati, dan sejenisnya. Begitu pula, ia tidak akan terlalu berbangga dan bergirang hati ketika memperoleh kesenangan maupun kebahagiaan. Sebaliknya, ia juga tidak akan bersedih hati secara berlebihan tatkala mendapatkan cobaan dalam kehidupan, karena senantiasa memiliki kesadaran akan dirinya sendiri.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, kuatkanlah kesadaran (dama) dalam diri melalui pengendalian indria atau nafsu. Sesungguhnya, kemampuan mengendalikan nafsu itulah yang disebut svarga, sedangkan ketidakmampuan untuk mengendalikan atau mengekang nafsu merupakan naraka. Niscaya, umat Hindu akan dapat menampakkan perilaku berbudi luhur dalam laksana, perkataan, maupun dalam berpikir.

Made Worda Negara
BINROH HINDU TNI AU.

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Nilai Praksis & Nilai Dasar dalam Penerapan Ajaran Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 2 Juni 2026 Umat se-dharma, dalam pustaka suci disebutkan: “Śrutis tu vedo vijñeyo dharmaśāstraṃ tu vai smṛtiḥ, te sarvārtheṣv amīmāṃsye tābhyāṃ dharmo hi nirbabhau.” Artinya: Yang dimaksud dengan Śruti adalah Weda dan yang dimaksud dengan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya merupakan sumber Dharma. Hindu…

  • Pentingnya Menjaga Keseimbangan dalam Diri

    Mutiara Weda Yogyakarta, 12/05/2026 Umat se-dharma, tujuan utama berbhakti ke hadapan Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa sesungguhnya adalah untuk memperoleh rasa cinta kasih dari-Nya yang senantiasa terpancar kepada seluruh ciptaan-Nya. Pancaran kasih sayang Ida Saṅ Hyang Widhi Wasa bagaikan sinar matahari yang menerangi bhūmi beserta seluruh alam semesta dan isinya. Namun, mereka yang merasa tidak…

  • Bangun Soliditas Umat Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 21 Juli 2027 Umat Sedharma, Dalam Pustaka Suci Weda diungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, berpikirlah bersama-sama, dan rumuskanlah sesuatu untuk mencapai tujuan bersama.” Ajaran suci ini mengajarkan umat Sedharma untuk senantiasa bersinergi, bersatu, dan berpikir secara strategis demi mewujudkan tujuan bersama. Demikian pula dalam mantra Sahrdayam samanasyam avidvesam kṛṇomi vaḥ… dijelaskan…

  • Sinergis Dalam Berpikir

    Mutiara WedaYogyakarta, 03/08/2025 Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda ada mengungkapkan: Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama, mengajarkan kepada kita, umat sedharma, untuk selalu bersinergis dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahrdayam sammanasyam, avidvesam krnomi vah… dst. Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan sifat-sifat ketulusikhlasan, mentalitas atau…

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara WedaYogyakarta, 8 Juni 2026 Umat se-dharma, Panca Śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin terhadap śraddhā-nya, disebut Nāstika atau jadma kesasar (manusia yang tersesat). Orang Nāstika merupakan orang yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik atau disebut Niṣkriya. Oleh karena itu,…

  • Vibhūti Mārga

    Mutiara Weda 19/01/2026 Umat se-dharma, Pañca Śraddhā dan pokok-pokok ajaran merupakan inti dasar dalam beragama Hindu. Orang yang ragu-ragu, bingung dalam menjalankan ajaran agamanya, bahkan kurang yakin akan śraddhā-nya, orang semacam ini disebut dalam golongan Nāstika atau jadma kesasar (orang yang tersesat). Orang Nāstika merupakan orang yang tidak menjalankan svadharma-nya dengan baik atau disebut niṣkriya…