Kṛtakṛtya–Ātmarati

Mutiara Weda
Yogyakarta, 13/11/2025

Umat sedharma, dalam susastra diungkapkan bahwa untuk mewujudkan kehidupan yang sempurna (kṛtakṛtya) dengan limpahan kesenangan dan kebahagiaan (ātmarati), seseorang tidak dapat terlepas dari kualitas penerapan nilai-nilai ajaran Dharma.

Mengamalkan dan mengaplikasikan ajaran Dharma pada diri sendiri untuk menuju Sang Maha Pencipta disebut Dharma Sādhana, yang menjadi inti sari dalam menjalankan svadharma-niṅ agama (kewajiban suci dalam beragama) sebagai sesarining dharma (hakikat Dharma itu sendiri).

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, wujudkan, realisasikan, dan pancarkan ajaran kesucian atau Dharma—Dharma Vāhinī—sehingga terbina dan terpupuk budhi pekerti (budi pekerti) serta kesucian batin. Niscaya, dengan itu seseorang akan mampu mengamalkan nilai-nilai Dharma dengan baik, menjadi seorang sādhaka, dan mencapai jīvan-mukti (kebebasan semasa hidup) atau kebahagiaan di dunia, serta kesempurnaan hidup (kṛtakṛtya).

(Ṛgveda VIII.69.8)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
Daerah Istimewa Yogyakarta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Tri Kaya Sandhi

    Mutiara Weda20/12/2025 Umat sedharma, di dalam susastra suci agama Hindu diajarkan bahwa umat Hindu, dalam menjalankan proses berpikir, melakukan perbuatan, maupun ketika akan mengeluarkan perkataan, hendaknya selalu berhati-hati serta mempertimbangkan akibatnya, baik maupun buruk dampaknya. Umat Hindu memiliki keyakinan bahwa pahala atau hasil dari buah karma akan diterima oleh orang yang berbuat, demikian pula oleh…

  • Filosofi Gatāgatam

    Palangka Raya, 01/10/2025 oleh I Ketut Subagiasta Filosofi gatāgatam berarti “datang dan pergi”. Ajaran luhur ini termuat dalam pustaka suci Bhagavadgītā X.21 sebagai berikut: “आदित्यानामहं विष्णुः ज्योतिषां रविरंशुमान् ।मरीचिर्मरुतामस्मि नक्षत्राणामहं शशी ॥ १०-२१॥ ādityānām ahaṁ viṣṇur jyotiṣāṁ ravir aṁśumān,marīcir marutām asmi nakṣatrāṇām ahaṁ śaśi. Artinya:Dari para Āditya (dewa matahari), Aku adalah Viṣṇu; dari benda-benda yang…

  • Berbuat Jahat Akan Membuat Hidup Tersiksa

    Mutiara WedaYogyakarta, 9 Juni 2026 Umat sedharma, dalam susastra Hindu diuraikan: “Tāpūṃsi tasmai vṛjināni santu”. Perbuatan yang penuh dengan niat-niat jahat, licik, dan iri hati akan membuat kehidupan menjadi terbebani dan tersiksa. Perbuatan yang dipenuhi kejahatan dan dosa tidak akan pernah berhasil mengarungi kehidupan di alam saṃsāra ini. Kebaikan atau kebajikan tidak pernah bersahabat dengan…

  • Tampakkan Prilaku yang Sāttvika

    Mutiara Weda Yogyakarta, 05/11/2025 Umat se-dharma, tiga gerak pikiran umat manusia sebagai sang pengendali utama dari hawa nafsu di antaranya: tidak iri hati/tidak dengki, tidak menyakiti makhluk lain, serta percaya dan yakin akan kebenaran ajaran Hukum Karma Phala. Membangun prilaku yang sāttvika (murni dan jernih) dalam perbuatan, perkataan maupun dalam berpikir menjadi suatu kewajiban dan…

  • Kuatkan Pikiran dengan Metapa

    Mutiara WedaYogyakarta, 30 Mei 2026 Umat sedharma, dalam pustaka suci tersurat: “Surā, Sarasvatī, Lakṣmī ity etat madakāraṇam …” dan seterusnya. Ada tiga hal yang menyebabkan manusia lupa akan dirinya sendiri sehingga mengalami kemabukan, yaitu minuman keras, kepandaian, dan kekayaan. Kemabukan atau kegelapan pikiran yang dapat menjerumuskan manusia menjadikan pengendalian diri sebagai faktor yang sangat penting…