Ahning Maneb Manah Nira
Mutiara Weda
Yogyakarta, 15/10/2025
Umat Sedharma, dalam susahstra ada disebutkan:
“Dve karmāṇi naraḥ kurvan iha loke mahīyate.”
Ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan kasar (tan ujar ahala) dan tidak sekali-kali berniat melakukan perbuatan jahat dan tercela.
Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada ubahnya seperti membidik dan melepaskan anak panah—setiap orang yang mengenainya pasti akan merasakan sakit yang sangat dalam. Perkataan yang baik, bila diucapkan dengan cara yang baik, akan menimbulkan kesenangan. Namun jika maksudnya baik tetapi cara penyampaiannya tidak baik, ia tetap dapat menimbulkan rasa benci dan duka.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu hendaknya selalu berhati-hati dalam perbuatan dan dalam mengeluarkan perkataan. Selalu tampilkan nilai kebajikan, kedamaian, serta jiwa yang meneduhkan, sambil menjaga kesucian pikiran — ahning maneb manah nira. Berjanjilah pada diri untuk selalu berpegang teguh pada kebenaran. Niscaya akan terwujud umat Hindu yang damai, bahagia, dan memperoleh amṛta dalam kehidupan ini.
(SS. 117–124)
Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU
Badan Penyiaran Hindu (BPH) Pusat
