Filosofi Panca Mahattvapurnam Vastu

Disajikan sebuah topik luhur tentang Panca Mahattvapurnam Vastu, artinya lima hal penting. Mari dimaknai lima hal penting sebagai ajaran luhur bagi umat Hindu pada pustaka suci MĀNAVADHARMAŚĀSTRA – SLOKA II-136 yang dikutip sebagai berikut:

“वित्तं बन्धुर्वयः कर्म विद्या भवति पञ्चमी
एतानि मान्यस्थानानि गरीयो यद् यदुत्तरम्”

vittaṁ bandhurvayaḥ karma vidyā bhavati pañcamī
etāni mānyasthānāni garīyo yad yaduttaram

Artinya:
Harta benda, sanak keluarga, umur, upacara yang dilakukan, dan pengetahuan suci adalah lima hal yang patut dihormati, tetapi urutan hal-hal yang makin belakang adalah lebih berarti daripada yang mendahuluinya.

Adapun pembagian dari Panca Mahattvapurnam Vastu, antara lain disajikan filosofinya berikut ini:

1) Vittam artinya harta benda.
Maknanya bahwa dasari hidup dengan dharma atau kebenaran untuk memperoleh artha atau uang, material, rejeki, upah, gaji, honor, ceperan, kepemilikan. Tidak rasional berpendidikan lumayan namun tak punya penghasilan tetap. Ujug-ujug lantas tengadah tangan terus-menerus kepada orang tua hari demi hari. Tidakkah malu sebagai anak yang hanya senang meminta tetapi tidak senang memberikan ke orang tua?
Orang Hindu ingat filosofi Catur Purusa Artha, yakni dharma, artha, kama, moksa. Satu hal bahwa artha wajib dimiliki atas dasar dharma. Kewajiban bekerja supaya punya rejeki atau harta benda untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari secara primer dan sekunder.

2) Bandhur artinya sanak keluarga.
Maknanya bahwa perjalanan hidup cukup panjang. Ingat belajar untuk meraih sukses. Ingat juga membina rumah tangga melalui vivaha. Orang tua yang memiliki putra-putri punya kewajiban untuk upacara metatah atau upacara potong gigi. Setelah itu, kewajiban untuk mengarahkan putra-putri untuk berkeluarga.
Memiliki kewajiban grhastha supaya ada sanak keluarga dalam keluarga sukhinaḥ yang bahagia sejahtera. Putra-putri wajib untuk melakoni masa grhastha atau bersanak keluarga yang berencana dengan pola anak Wayan, Made, Nyoman, Ketut — demi generasi muda Indonesia emas tahun 2045.

3) Vayah artinya umur.
Maknanya bahwa umur boleh tua tetapi jiwa tetap muda. Umur boleh renta, lansia, jompo, vrddha, bakas, namun semangat belajar tetap berliterasi. Semangat berjuang pantang menyerah. Hidup inovatif, kreatif, dan aktif berkarya.
Baru dilihat umur kepala enam lantas diperlakukan diskriminatif. Umur tak alasan untuk pilih kasih. Umur tak penyebab untuk diklasifikasi tertinggal atau orang tidak produktif.
Umur lanjut sering memberikan kejutan. Umur baka sering action yang cerdas. Itulah pentingnya perhatian dalam hal umur seseorang. Jangan melirik sebelah mata baru umurnya kepala tujuh dan sejenisnya.
Ingat filosofi “tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi banyak umbinya”. Tua-tua sapu lidi, makin tua makin bersih dipakai menyapu kotoran pada halaman rumah yang luas.

4) Karma artinya upacara yang dilakukan.
Maknanya bahwa belajar agama tidak hanya teori, namun praktik penting. Karma penting.
Sudahkah rajin trisandhya? Sudahkah seleg mayajña? Sudahkah tekun menolong orang yang sering meminta idenya? Sudahkah peduli bersosial di masyarakat?
Ini penting bagi umat Hindu.

5) Vidyā artinya pengetahuan suci.
Maknanya bahwa umat Hindu wajib memiliki pengetahuan suci. Umat Hindu sebagai sajjana atau sujana.
Umat Hindu adalah orang berpengetahuan tinggi. Tidak cukup pengetahuan eksakta saja, namun pengetahuan suci penting dimiliki. Banyak orang cerdas tetapi tidak bermoral.
Pintar membuat bom, tetapi digunakan untuk mengebom masyarakat luas yang tidak berdosa. Banyak orang pintar namun sikapnya durjana, murka, sadis, angkuh, dan asusila.

Idealnya, ada dua pengetahuan yang wajib dimiliki, yaitu:

  • Paravidyā: pengetahuan rohani, pengetahuan adhyatmika, pengetahuan spiritual, pengetahuan agama Hindu.
  • Aparavidyā: pengetahuan teknologi. Pengetahuan untuk kemajuan bidang iptek.

Antara Paravidyā dan Aparavidyā mesti harmoni. Satu sama lain saling memberikan penguatan dan saling mendukung. Pengetahuan rohani menguatkan pengetahuan teknologi. Sebaliknya, pengetahuan teknologi menguatkan pengetahuan rohani.
Pintar teknologi dikuatkan oleh pengetahuan moral atau mental mulia. Dua pengetahuan yakni Paravidyā dan Aparavidyā wajib seimbang dimiliki oleh setiap orang sebagai umat Hindu yang berkualitas.

Intinya, bahwa ada lima hal penting bagi setiap umat Hindu yakni:
Vittam, Bandhur, Vayah, Karma, dan Vidyā.
Dari lima itu, diurut dari awal sampai yang kelima — bahwa itu yang penting sampai yang terpenting.

Semoga semua rahayu. Ksama ca Ksami.

Palangka Raya, 4.8.2025

Oleh I Ketut Subagiasta

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Bindu ca Nāda

    Disajikan topik Bindu ca Nāda yang artinya titik dan suara.Mari dipahami ajaran luhur pada pustaka suci Śiva Purāṇa I.16.87 yang dikutip sebagai berikut: “बिंदुनादात्मकं सर्वं जगत्स्थावरजंगमम् ।बिंदुः शक्तिः शिवो नादः शिवशक्त्यात्मकं जगत् ॥ ८७॥biṁdunādātmakaṁ sarvaṁ jagatsthāvarajaṁgamam |biṁduḥ śaktiḥ śivo nādaḥ śivaśaktyātmakaṁ jagat || 87 || Artinya:Seluruh alam semesta yang terdiri dari yang bergerak dan yang…

  • Tri Pramana: Bekal Manusia Hidup

    Mutiara Weda Umat Se-Dharma,Sesungguhnya hidup menjelma menjadi manusia di maya pada (alam dunia) ini adalah untuk menjalankan proses samsara. Hidup sebagai manusia sesungguhnya mengandung penderitaan, yang disebabkan oleh karma wasana (dosa dari perbuatan masa lampau). Namun demikian, menjelma menjadi manusia adalah sebuah anugerah mulia, utama, dan sempurna, karena manusia dibekali dengan Tri Pramana, yaitu: Manakala…

  • Cakra Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 13/01/2026 Umat Sedharma, sifat melayani akan nilai-nilai Dharma Dharma Sevanam (pelayanan berdasarkan Dharma) merupakan bagian dari etos kerja atau karma baik Subha Karma (perbuatan baik) sesuai ajaran etika Hindu. Sifat melayani terhadap nilai kebajikan pada sesama Dharma Sevanam (pelayanan Dharma) akan dapat membangun kesucian diri serta menjadi pondasi dasar dalam mengarungi kehidupan bagi setiap umat Hindu.Dari kesucian akan mendapatkan…

  • Sadar akan Rahasia Perbuatan

    Mutiara Weda07/11/2025 Umat sedharma, jika direnungkan sesungguhnya rahasia dari perbuatan sangatlah sulit untuk dimengerti. Apa itu perbuatan dan mana tindakan yang bukan tergolong perbuatan. Orang yang mampu melihat apa itu perbuatan di dalam tidak melakukan perbuatan, dan dapat melihat tidak melakukan perbuatan di dalam perbuatan, sesungguhnya orang seperti ini tergolong orang yang bijak dan mulia….

  • Sentuhan Indria Perlu Diatur

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/09/2025 Umat sedharma, sifat keterikatan (rāga) dan kebencian (dveṣa) yang sering menggerogoti jiwa umat manusia sangat dipengaruhi oleh pengaturan sentuhan-sentuhan indria (indriya) dengan obyek indria. Bila tidak dikendalikan, kedua sifat tersebut akan mempermudah terwujudnya kesadaran diri (ātma-jñāna). Bagi mereka yang jiwanya selalu dipengaruhi oleh rasa benci, iri hati, dan sejenisnya, sesungguhnya adalah orang…

  • Filosofi Naksatranam

    Disajikan topik Naksatranam artinya bintang-bintang. Mari maknai ajaran luhur pada pustaka suci Bhagavad Gītā X-21 yang dikutip sebagai berikut: “आदित्यानामहं विष्णुः ज्योतिषां रविरंशुमान् ।मरीचिर्मरुतामस्मि नक्षत्राणामहं शशी ॥ १०-२१॥ādityānām ahaṁ viṣṇur jyotiṣāṁ ravir aṁśumān,marīcir marutām asmi nakṣatrāṇām ahaṁ śaśi.” Artinya:“Dari para āditya, Aku adalah Viṣṇu; dari benda-benda yang bersinar Aku adalah Matahari; dari para Marut Aku…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *