Berbuat dengan Ketanpaakuan

Mutiara Weda
Yogyakarta, 14/02/2025

Umat se-dharma,

dalam susastra ada mengungkapkan: orang yang memiliki keinginan untuk berbuat bebas tanpa keakuan dapat dipastikan akan mendapatkan kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya.

Orang yang berjiwa sabar, tenang & tulus ibaratkan air yang masuk ke dalam samudra, walaupun terus-menerus namun tetap tenang tak bergerak. Demikian juga halnya dengan orang yang berjiwa sabar & tenang, ia akan mencapai kedamaian, walaupun semua kesenangan ada padanya, tetapi bukan berarti mengumbar hawa nafsunya.

Oleh karena itu, bagi setiap umat Hindu perlu selalu meningkatkan serta menegakkan kesucian diri masing-masing (Jana Kertih) serta membangkitkan kesucian jiwa dengan menjalankan ajaran Tingkahing Brata melalui pemusatan pikiran dan pengendalian pancaindra dari segala objek keinginan. Niscaya akan dapat terbangunnya umat Hindu yang bijak dan memiliki aura atau vibrasi energi positif yang kuat.
(Bhagavad Gita II.65-72)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara
(PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Sāttvika Yajña

    Mutiara WedaYogyakarta, 17/02/2026 Umat Se-dharma, melaksanakan Pañca Mahā Yajña (lima korban suci besar) merupakan kewajiban suci dari petunjuk pustaka suci Weda Saṃhitā sebagai penyangga bumi, alam semesta beserta isinya, karena alam dan manusia diciptakan Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui yajña. Ada lima unsur penting dalam meyajña (melaksanakan yajña): Oleh karena itu, sebagai umat Hindu…

  • Nilai Praksis & Nilai Dasar dalam Penerapan Ajaran Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 2 Juni 2026 Umat se-dharma, dalam pustaka suci disebutkan: “Śrutis tu vedo vijñeyo dharmaśāstraṃ tu vai smṛtiḥ, te sarvārtheṣv amīmāṃsye tābhyāṃ dharmo hi nirbabhau.” Artinya: Yang dimaksud dengan Śruti adalah Weda dan yang dimaksud dengan Smṛti adalah Dharmaśāstra. Kedua pustaka suci ini tidak boleh diragukan kebenaran ajarannya, karena keduanya merupakan sumber Dharma. Hindu…

  • Berbuat dengan Ketanpa-Akuan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 13/10/2025 Umat sedharma, dalam śāstra diungkapkan: orang yang memiliki keinginan untuk berbuat bebas tanpa keakuan dapat dipastikan akan mendapatkan kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya. Orang yang berjiwa sabar, tenang, dan tulus ibarat air yang masuk ke dalam samudra — walaupun terus-menerus namun tetap tenang tak bergolak. Demikian juga halnya dengan orang yang…

  • Visudha Karma

    Mutiara WedaYogyakarta, 19/05/2025 Umat Se-dharma, dalam pustaka suci Weda menyebutkan:Sesungguhnya semua umat manusia memiliki kebebasan, bebas menentukan kehendaknya dan sepenuhnya pula bertanggung jawab atas semua perbuatannya sendiri — Svatantra Katah. Demikian pula, tak satu pun manusia bisa luput dari kerja walaupun hanya sesaat, oleh hukum alam manusia dibuat tidak berdaya untuk selalu bekerja. Kualitas perbuatan…

  • Filosofi Paksinam

    Palangka Raya, 12 Juni 2025 Oleh: I Ketut Subagiasta Disajikan topik Paksinam, yaitu nama-nama burung. Secara ekoteologis, burung memiliki peran sebagai penolong kehidupan. Makna ajaran luhur ini juga tercermin dalam pustaka suci Bhagavad Gītā X.30 yang dikutip sebagai berikut: “प्रह्लादश्चास्मि दैत्यानां कालः कलयतामहम् ।मृगाणां च मृगेन्द्रोऽहं वैनतेयश्च पक्षिणाम् ॥ १०-३०॥prahlādaś cāsmi daityānāṁ kālaḥ kalayatām aham,mṛgāṇāṁ…