Dharma Sesana

Mutiara Weda
Yogyakarta, 19/07/2026

Dalam pustaka suci Weda Samhita disebutkan:

“Satyabrūyāt priyam, priyam ca nānṛtam brūyād eṣa dharma sanātanam.”

Hendaknya seseorang mengatakan apa yang benar dan mengucapkan apa yang menyenangkan hati orang lain, dengan ajaran etika Hindu sebagai pijakannya dalam melaksanakan Dharma Sesana.

Demikian pula, jangan sekali-kali mengucapkan kebenaran yang semu dan menyakitkan, serta jangan pula mengucapkan kebohongan yang menyenangkan.

Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, perkokoh dan perteballah hati nurani, perhalus buddhi dengan nilai-nilai Dharma, serta senantiasa melakukan Amulat Sarira sebagai Suluh Nikang Prabha di dalam berpikir, bertindak, dan bertutur kata yang baik dan benar sesuai ajaran Tri Kaya Sandhi. Niscaya, umat Hindu akan selalu dapat Anyekung Jnana dan memancarkan aura positif dalam diri berupa Prana Halus atau Udana Vayu.

(M.DS IV.138 / SS.75)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Bangkitkan Bhūṣaṇa dalam Diri

    Mutiara Weda27/03/2026 Umat sedharma, jika kita renungkan, tatkala kesadaran diri melebur dengan kesadaran sejati, yakni Yang Maha Agung, maka yang tersisa hanyalah kebahagiaan tanpa batas. Membangun kecerdasan sangatlah penting bagi setiap umat manusia, dengan menempatkan kecerdasan intelektual sebagai dasar, yang diperhalus oleh kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, menuju pada kesadaran sejati dengan bhūṣaṇa sebagai pengikatnya….

  • Patra (SS. 271)

    DHARMASHABDANAM MOUKTIKANI (MUTIARA KATA DHARMA)Jumat, 14 Agustus 2026Oleh I Ketut Subagiasta Patra (SS. 271) Patra adalah orang yang layak diberikan sedekah. Dana merupakan pemberian berupa benda, uang, makanan, pakaian, dan sejenisnya sebagai bentuk kepedulian serta berbagi kepemilikan. Dana diberikan untuk dinikmati dan didayagunakan bagi kehidupan yang lebih baik. Dānakena atau dānapuṇya dapat diberikan kepada orang…

  • Selalu Berpikiran Positif

    Mutiara WedaYogyakarta, 05/06/2025 Umat se-Dharma,Tingkatan getaran pikiran (intuisi) menentukan tingkatan kualitas spiritual seseorang dan menempatkan pikiran sebagai pemeran utama yang membawanya ke alam kelahiran kembali, ke alam roda samsara, maupun dalam mencapai kamoksan atau kelepasan.“Manah eva manushyanam karanam bandha mokshayoh” — pikiran adalah penyebab keterikatan maupun pembebasan. Maka hati-hati memasukkan sesuatu ke dalam pikiran —…

  • Rāga-Dveṣa (Bhagavadgītā II.64)

    DHARMAŚABDĀNĀṂ MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)1 Juli 2026 Oleh: I Ketut Subagiasta Rāga-Dveṣa (Bhagavadgītā II.64) Rāga-dveṣa adalah cinta dan benci, kesenangan dan kebencian. Manusia wajib mampu mengendalikan rāga-dveṣa. Cinta dan benci yang terkendalikan akan mengantarkan seseorang memperoleh kedamaian hidup yang tertinggi, yaitu parama śāntiḥ (kedamaian tertinggi). Sebaliknya, apabila cinta dan benci tidak dapat dikendalikan, maka yang…

  • Pentingnya Membangun Soliditas

    Mutiara Weda16/02/2026 Umat Sedharma, dalam pustaka suci Weda Saṃhitā ada mengungkapkan: “Wahai umat manusia, berhimpunlah, duduklah bersama-sama, pikirkan bersama-sama, dan rumuskan sesuatu untuk tujuan bersama.” Ajaran ini mengajarkan kepada kita umat Sedharma untuk selalu bersinergi dan bersatu guna mencapai tujuan bersama. Sahṛdayaṃ saṃmanasyam avidveṣaṃ kṛṇomi vaḥ … dan seterusnya. Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan…

  • Sevaka Dharma

    Mutiara WedaYogyakarta, 30 Juli 2026 Umat Sedharma, Dalam susastra diungkapkan bahwa apabila seseorang yang terlahir sebagai manusia mengingkari pelaksanaan Dharma, bahkan bingung terhadap agamanya, hanya mengejar kenikmatan dan kepuasan duniawi, serta dipenuhi sifat tamak, maka orang semacam itu disebut Jadma Kesasar atau manusia sesat. Sesungguhnya, menjelma menjadi manusia merupakan kesempatan yang sangat utama untuk memperbaiki…