Tata Kṣamā Sarvatra (SS. 93)

DHARMAŚABDANĀM MAUKTIKĀNI (MUTIARA KATA DHARMA)

Tata Kṣamā Sarvatra (SS. 93)

Etika memaafkan dengan penuh kesabaran adalah kekayaan yang paling utama (mahottama) bagi manusia. Kendalikan ego, emosi, kemarahan, dan kedengkian agar tumbuh kesabaran yang tulus untuk saling memaafkan. Memaafkan merupakan kemuliaan tertinggi dalam kehidupan bermasyarakat.

I KETUT SUBAGIASTA

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Proses Pendidikan Hindu

    Mutiara WedaYogyakarta, 25 Juni 2026 Umat sedharma, sesungguhnya proses pendidikan dalam ajaran Agama Hindu telah dimulai sejak adanya benih bayi dalam kandungan melalui upacara Śarīra Saṁskāra yang merupakan bagian dari Manuṣa Yajña, yaitu melalui upacara Garbhādhāna Saṁskāra, Puṁsavana Saṁskāra, dan Sīmantonnayana Saṁskāra. Upacara Garbhādhāna Saṁskāra dilaksanakan pada saat terjadinya pembuahan benih bayi dalam kandungan. Selanjutnya,…

  • Berbuat dengan Ketanpa-Akuan

    Mutiara Weda Yogyakarta, 13/10/2025 Umat sedharma, dalam śāstra diungkapkan: orang yang memiliki keinginan untuk berbuat bebas tanpa keakuan dapat dipastikan akan mendapatkan kedamaian serta keharmonisan dalam hidupnya. Orang yang berjiwa sabar, tenang, dan tulus ibarat air yang masuk ke dalam samudra — walaupun terus-menerus namun tetap tenang tak bergolak. Demikian juga halnya dengan orang yang…

  • Berbuat Jahat Akan Membuat Hidup Tersiksa

    Mutiara WedaYogyakarta, 9 Juni 2026 Umat sedharma, dalam susastra Hindu diuraikan: “Tāpūṃsi tasmai vṛjināni santu”. Perbuatan yang penuh dengan niat-niat jahat, licik, dan iri hati akan membuat kehidupan menjadi terbebani dan tersiksa. Perbuatan yang dipenuhi kejahatan dan dosa tidak akan pernah berhasil mengarungi kehidupan di alam saṃsāra ini. Kebaikan atau kebajikan tidak pernah bersahabat dengan…

  • Bangun Jiwa yang Indah

    Mutiara WedaYogyakarta, 27/06/2025 Bangun Jiwa yang Indah Umat Se-Dharma,Dalam susastra Hindu diungkapkan bahwa manakala umat manusia dalam hidupnya hanya memikirkan hal-hal yang bersifat duniawi, maka dapat dipastikan hanya keinginan-keinginanlah yang akan muncul. Dari keinginan inilah akan timbul nafsu-nafsu, dan dari nafsu yang tidak terkontrol dan tidak terkendali akan muncul sifat-sifat amarah (krodha). Nafsu merupakan keinginan…

  • Filosofi Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ

    Disajikan sebuah topik Prahrṣṭayā Bhāvyaṁ yang berarti “istri berwajah cerah”. Mari dimaknai ajaran luhur bagi keluarga dalam pustaka suci Mānava Dharmaśāstra sloka V.150 yang dikutip sebagai berikut: “सदा प्रहृष्टया भाव्यं गृह कार्येषु दक्षयासुसंस्कृतो पस्करया व्यये चामुक्त हस्तयाsadā prahṛṣṭayā bhāvyaṁ gṛha kāryeṣu dakṣayāsusaṁskṛto paskarayā vyaye cāmukta hastayā“ Artinya:“Ia hendaknya selalu berwajah cerah, pandai dalam mengatur urusan…

  • Tri Guna dalam Tri Sarira

    Mutiara WedaYogyakarta, 26/10/2025 Umat Se-dharma, jika direnungkan dalam sususastra Hindu, tubuh manusia sebenarnya dibentuk oleh tiga lapisan dan memiliki fungsi serta kualitas berbeda-beda yang disebut Tri Sarira. Tiga unsur lapisan dalam diri manusia (Tri Sarira) meliputi: A. Sthūla Sarira / Rāga SariraBadan kasar atau jasmani yang terbentuk dari unsur Pañca Mahā Bhūta dan Pañca Māyā…