WidvaAngga: Perilaku Semu
Mutiara Weda
Yogyakarta, 22 September 2026
Umat sedharma, jika dilihat dinamika kehidupan di zaman ini, artha/uang ataupun kekayaan seolah-olah menjadi satu-satunya tujuan hidup dan segala-galanya bagi kehidupan. Gemerlapan artha dan tumpukan kekayaan yang menggunung masih terasa menjadi prioritas utama yang menyilaukan dan sangat-sangat dihargai di zaman ini oleh sebagian umat manusia. Dunia terasa diselubungi oleh kegelapan dan pelaku-pelaku kesemuan, serta penuh dengan sandiwara Sang WidvaAngga, seolah-olah dunia terasa kehilangan kesucian dan kekuatannya.
Jika kita amati dalam keseharian, orang yang suka berderma justru jatuh miskin. Begitu pula para penjahat mendapatkan umur yang panjang, akan tetapi orang baik cenderung lekas mati. Tingkah laku orang hina dianggap mulia, demikian sebaliknya. Orang bodoh dianggap bijaksana, serta orang yang berbudi rendah dianggap mulia. Inilah beberapa karakter dari zaman Kali Yuga yang wajib diwaspadai.
Oleh karena itu, sebagai umat Hindu, kita harus selalu mewaspadai kecenderungan-kecenderungan dari pengaruh zaman Kalisengara yang membawa berbagai macam cobaan dan godaan, baik godaan lahir maupun godaan batin, dengan memantapkan kembali tatanan kehidupan beragama yang benar, mengimplementasikan nilai-nilai tapa, brata, yoga, dan samadhi dalam keseharian, serta selalu Meyasa Kerthi. Niscaya, kita akan dapat terhindar dari pengaruh zaman menuju kebahagiaan sekala maupun niskala nantinya.
(Slokantara, 81.65)
Mangku Gede Made Worda N
BINROH Hindu TNI AU
Pinandita Sanggraha Nusantara
(PSN) DIY
GITA SANTIHNUSANTARA