Śulabaning Kleśa

Mutiara Weda
27/12/2025

Umat se-dharma,
bila direnungkan, kehidupan ini—ketika menjelma menjadi manusia—sesungguhnya merupakan kumpulan berbagai persoalan yang senantiasa menyertai perjalanan hidup di māyā (dunia fana) ini. Munculnya beragam persoalan yang dapat mengotori kehidupan umat manusia disebut Śulabaning Kleśa (belenggu penderitaan), yang disebabkan oleh unsur Pañca Kleśa (lima kekotoran batin).

Pañca Kleśa merupakan lima jenis kekotoran dalam kehidupan umat manusia, antara lain:

Avidyā (ketidaktahuan/kegelapan batin), yaitu kegelapan pikiran yang bersumber dari Sapta Timira (tujuh kegelapan pikiran) dan Ṣaḍ Ripu (enam musuh dalam diri).

Asmitā (keakuan/egoisme), yaitu sifat ego, selalu mementingkan diri sendiri, serta tidak menghargai orang lain.

Rāga (keterikatan hawa nafsu), yaitu kecenderungan mengumbar nafsu indria.

Dveṣa (kebencian/dendam), yaitu sifat pendendam dan penolakan.

Abhiniveśa (ketakutan berlebihan), yaitu kehidupan yang selalu diselimuti rasa takut terhadap berbagai gejolak dunia.

Oleh karena itu, marilah kita sebagai umat Hindu, dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, menempatkan kesabaran serta kemampuan untuk berintrospeksi diri dan mengenal diri sebagai kunci utama. Hal tersebut diselaraskan dengan mensinergikan tiga alat batin manusia, yaitu Tri Antaḥkaraṇa (tiga perangkat batin): buddhi (kecerdasan penimbang), manas (pikiran), dan ahaṃkāra (ego).

Niscaya, dengan demikian akan terbangun umat Hindu yang berlandaskan nilai Satyam (kebenaran), Śivam (kesucian/kebaikan), dan Sundaram (keindahan), menuju umat Hindu yang berpikiran positif—baik secara mānasika (mental) maupun berlandaskan Sāttvika Vidyā (pengetahuan yang murni).
(Sarasamuccaya 474 dan Taittirīya Upaniṣad)

Made Worda Negara
BINROH Hindu TNI AU

Pinandita Saṅgraha Nusantara (PSN) Pusat

Bagikan ke:

Similar Posts

  • Filosofi Dewa Agni

    Disajikan sebuah topik Dewa Agni, artinya Dewa Api. Mari dimaknai isi ajaran luhur dari pustaka suci Bhagavad Gītā VIII.24 yang dikutip sebagai berikut: अग्निर्ज्योतिरहः शुक्लः षण्मासा उत्तरायणम् ।तत्र प्रयाता गच्छन्ति ब्रह्म ब्रह्मविदो जनाः ॥ ८-२४॥agnir jyotir ahaḥ śuklaḥ ṣaṇ-māsā uttarāyaṇam,tatra prayātā gacchanti brahma brahma-vido janāḥ. Artinya:Api, cahaya, siang hari, purnama dan enam bulan waktu matahari…

  • Ahning Maneb Manah Nira

    Mutiara Weda Yogyakarta, 18/05/2026 Umat se-dharma, dalam susastra disebutkan: Dve karmāṇi naraḥ kurvan iha loke mahīyate; ada dua macam perbuatan yang menyebabkan seseorang menjadi bijak dan mulia, yaitu tidak sekali-kali mengucapkan perkataan yang kasar (tan ujar ahala), serta tidak sekali-kali berpikiran untuk melakukan perbuatan jahat dan tercela. Perbuatan dan perkataan yang mengandung niat jahat tiada…

  • Bangun Keseimbangan di Dalam Diri

    Mutiara Weda21/12/2025 Umat sedharma, pemusatan dan pengendalian pikiran dari pengaruh indria (pancaindra) atau hawa nafsu—citta-vṛtti-nirodha—menjadi faktor penting dalam menjalankan proses kehidupan di dunia ini, di alam saṁsāra. Orang yang mampu mengendalikan dirinya dari pengaruh-pengaruh indria dan hawa nafsu bagaikan seekor penyu yang menarik seluruh anggota badannya ke dalam cangkangnya. Orang yang berperilaku demikian sesungguhnya adalah…

  • Meyadnya Jalan Menuju Jagadhita

    Mutiara WedaYogyakarta, 29/03/2026 Umat sedharma, jika direnungkan, sesungguhnya keinginan untuk mendapatkan kesenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan dalam menjalankan proses saṃsāra di dunia ini telah diberikan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui yajña. Sedangkan mereka yang telah memperoleh kesenangan, kenikmatan, dan kebahagiaan dalam kehidupan ini tanpa melaksanakan yajña, sesungguhnya dapat diibaratkan sebagai “pencuri”. Demikian pula halnya,…

  • Sat, Cit, Ānanda Brahman

    Mutiara WedaYogyakarta, 02/11/2025 Umat se-dharma, dalam pustaka suci Weda diajarkan untuk selalu setia, jujur, dan memegang teguh kebenaran dalam menuju ketenangan serta kedamaian batin (parama śānti). Kebenaran dan kejujuran adalah sifat dan hakikat ke-Tuhanan: Sat, Cit, Ānanda Brahman (ada–kesadaran–kebahagiaan murni), yang menjadi bagian dari dasar keyakinan (śraddhā) dalam ajaran agama Hindu. Kesetiaan dan kejujuran itu…