Ketua Umum Gita Santih Nusantara, Ida Bhawati Prof Dr dr Nyoman Kertia Sp.PD-KR, dalam sambutannya menyampaikan, The Global Domain Santih Festival tersebut telah dimulai 18 Desember sampai dengan 20 Desember 2020. “Ini sebagai bentuk apresiasi untuk menggugah generasi muda dunia berekspresi mengummandangkan Gita Perdamaian. Sehingga dapat memberi vibrasi atau getaran kepada masyarakat internasional untuk mewujudkan perdamaian tersebut,” ujarnya.

Dalam festival ini ditampilkan 4 bidang festival untuk kategori anak dan remaja yang meliputi Festival Pembacaan Sloka, Festival Dharma Wecana, Festival Lagu Rohani dan Festival Kreativitas.

Kepala Staf Kepresidenan Jendral TNI (Purn) Moeldoko menyatakan, pemerintah menyampaikan terimakasih atas terselenggaranya acara ini di saat dunia dilanda pandemik.

“Presiden dalam visinya Menuju Indonesia Maju menyatakan, ada lima hal yang menjadi perhatian utama yaitu : Tidak satupun rakyat tertinggal dalam mengejar cita cita, Indonesia yang demokratis yang hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, setiap warga negara mempunyai hak yang sama dalam hukum, menguasai IPTEK tingkat dunia serta menjaga perdamaian di tengah tengah kompetisi global,” kata Moeldoko.

Sementara Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya menambahkan, dengan mengumandangkan senandung kedamaian tersebut akan mampu menyeimbangkan hukum alam sekala (fisik) dan alam niskala (nonfisik). “Yang pada gilirannya akan mewujudkan Tat Twam Asi, yaitu sifat kesetiakawanan sosial. Sehingga tercipta persatuan yang erat dari berbagai etnis di dunia,” tandas Wisnu Bawa Tenaya.

Ketua Panitia The Global Domain Gita Santih Festival 2020, Dr I Gede Adiputra MM menjelaskan kepada wartawan Senin (21/12/2020) acara tersebut telah ditutup secara resmi pada Minggu (20/12) oleh Dewa Made Juniarta Sastrawan, Dubes RI untuk Zimbabwe dan Zambia. Ia menekankan agar acara ini berkelanjutan hingga tercipta sumber daya manusia yang unggul dalam persaingan global.

Menurut I Gede Adiputra seorang peserta dari Kuta, Bali bernama Made Antara ketika dihubungi mengatakan ia mengapresiasi festival global yang virtual ini. “Hendaknya dapat dijadikan agenda tahunan,” harapnya. Hal senada disampaikan pula oleh Desak Sri Gestari yang bermukim di AS yang bertindak sebagai Humas Panitia.

Beberapa tokoh juga hadir pada acara virtual tersebut antara lain Prof Ir Bambang Hari Wibisono mantan Dubes RI untuk Unesco dan tokoh pluralis Prof Dr H Ahmad Syafii Maarif. ***

(2) Comments

  • Nyoman Kertia September 26, 2021 @ 12:44 pm

    Sangat bagus. Semoga semakin hari semakin banyak kemajuan dan pengabdian shg masyarakat semakin damai jehahtera🙏

    • Avatar photo
      admin October 2, 2021 @ 1:57 am

      Suksme Ida Bhawati.
      Salam Hormat The Founding Father Of Gita Santih Nusantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *